CIAMIS, PORTALOKA.ID - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis, H. Trian Slamet Triyana, mengatakan, rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-61 Partai Golkar di Ciamis terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, bantuan dana berasal dari DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta dari Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa.
Kegiatan yang digelar antara lain pasar murah, santunan anak yatim piatu, pengobatan gratis, serta senam bersama yang berlangsung meriah.
“Kegiatan ini berjalan lancar, masyarakat sangat antusias. Bahkan sembako yang disediakan hampir habis sejak pagi. Dari 1.200 paket sembako, semuanya disubsidi. Misalnya beras premium Rp15.000 dijual Rp10.000, minyak Rp18.000 jadi Rp10.000, mie instan yang Rp5.000 juga dihargakan Rp3.000. Jadi masyarakat benar-benar terbantu,” jelas Trian, pada Sabtu, 27 September 2025.
Baca Juga: Awasi Pemilu dan Pilkada 2029, Bawaslu Ciamis Bangun Sinergi dan Perkuat Kelembagaan
Ia menambahkan, pasar murah ini diprioritaskan untuk masyarakat umum, bukan pengurus partai.
“Sejak pagi sudah banyak warga yang hadir, bahkan rela antre di bawah terik matahari. Pengurus Golkar tidak ikut dulu, kesempatan diberikan sepenuhnya kepada masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Trian menyebut sekretariat DPD Partai Golkar Ciamis yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani kini menjadi pusat aktivitas partai sekaligus rumah aspirasi rakyat.
“Kami menyebutnya dapur politik. Setiap aspirasi masyarakat yang masuk akan kami tampung dan salurkan melalui fraksi serta anggota DPRD sesuai dapil masing-masing,” ujarnya.
Selain soal HUT Golkar, Trian juga menyinggung mengenai kursi Wakil Bupati Ciamis yang hingga kini masih kosong. Ia menegaskan, Partai Golkar tidak tinggal diam dan telah mendorong agar proses pengisian segera dilaksanakan.
“Golkar sudah mengusulkan agar pimpinan DPRD segera berkonsultasi ke pusat, bisa melalui kementerian atau komisi terkait di DPR RI. Kami tidak pasif. Justru menangkap aspirasi bahwa pengisian wakil bupati ini harus segera dilakukan,” ungkapnya.
Namun, menurut Trian, Golkar belum mengajukan nama karena menunggu regulasi resmi serta menanti berkumpulnya antarpartai pengusung.
“Proses ini tidak mudah, karena dari sekian calon harus mengerucut menjadi dua nama yang nantinya disampaikan ke DPRD. Itu butuh kompromi politik yang matang di antara partai pengusung,” jelasnya.