"Kalau membakar lahan sebaiknya ditunggui meskipun di sawah."
"Sebaiknya di berikan sekat sehingga tidak merembet," kata Tri Pamungkas.
Baca Juga: Karnaval Budaya Kabupaten Klaten 2025 Meriah! Tampilkan Berbagai Potensi Asli Kota Bersinar
Sementara itu, Pengolah lahan, Maryanto (60) mengatakan awalnya dirinya membakar lahan di sawahnya untuk mengusir tikus.
Tapi tak disangka angin besar sehingga merembet.
"Angin ke barat dan merembet ke sini."
"Tikusnya banyak, pada lari, angin ke barat besar."
"Bakarnya tadi 1 titik tapi merembet ke Selatan."
"Karena angin besar api jadi besar, saya lalu keluar rumah," kata Maryanto. ***