"Kalau membakar lahan sebaiknya ditunggui meskipun di sawah."
"Sebaiknya di berikan sekat sehingga tidak merembet," kata Tri Pamungkas.
Baca Juga: Karnaval Budaya Kabupaten Klaten 2025 Meriah! Tampilkan Berbagai Potensi Asli Kota Bersinar
Sementara itu, Pengolah lahan, Maryanto (60) mengatakan awalnya dirinya membakar lahan di sawahnya untuk mengusir tikus.
Tapi tak disangka angin besar sehingga merembet.
"Angin ke barat dan merembet ke sini."
"Tikusnya banyak, pada lari, angin ke barat besar."
"Bakarnya tadi 1 titik tapi merembet ke Selatan."
"Karena angin besar api jadi besar, saya lalu keluar rumah," kata Maryanto. ***
Artikel Terkait
Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Klaten: Dari Sop Ayam Legend hingga Bebek Goreng
Rekomendasi Tempat Makan Sekitar Stasiun Delanggu Klaten, Ada Soto Garing hingga Resto Tradisional Jawa Konsep Alam Terbuka
Ditinggal Kerja, Rumah di Kalikebo Trucuk Klaten Ludes Terkabar, Diduga Korsleting Listrik
Emak-emak di Tulung Klaten Ini Jualan Lotek hingga Soto Ayam di Makam, Kalau Ada yang Meninggal Dunia Auto Tutup
Maling Sepeda Motor Suzuki Titan di Halaman Masjid di Musuk Boyolali Dibekuk Polisi, Ternyata Residivis, Pernah Beraksi di Prambanan Klaten