Baca Juga: Prabowo Perintahkan Investigasi Transparan Insiden Ojol Affan Kurniawan
Dengan langkah ini, masyarakat akan memiliki rujukan langsung saat menghadapi situasi darurat.
Selain itu, simulasi tidak hanya difokuskan di sekolah, tetapi akan diperluas ke masyarakat, RW, kantor, hingga berbagai wilayah di Kota Bandung.
“Kami ingin RW, lurah, hingga camat bisa menjadi korlaps. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu bingung harus melapor ke mana saat bencana. Insyaallah kita akan terus melatih dan memperkuat sistem ini,” tambah Erwin.
Kegiatan di SMPN 1 Bandung ini mendapat dukungan penuh dari BPBD Kota Bandung, Pewarta Balai Kota Bandung, serta pihak sekolah.
Baca Juga: Berapa Gaji Brimob? Segini Nominal dari Golongan I sampai IV Lengkap dengan Tunjangannya
Kegiatan di SMPN 1 Bandung ini ini merupakan antara kolaborasi Pewarta Balaikota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung melalui BPBD Kota Bandung juga didukung oleh Disdik Kota Bandung, Diskominfo Kota Bandung, Perumda Tirtawening Kota Bandung serta Eiger.
Erwin berharap simulasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat.
“Mari kita bangun budaya sadar bencana, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. Dengan kebersamaan dan kepedulian, insyaallah kita akan lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” tutupnya.
Dengan adanya program edukasi sejak dini, Pemerintah Kota Bandung optimistis, kesadaran kolektif masyarakat akan semakin meningkat, sehingga Kota Bandung dapat menjadi kota yang lebih aman, tangguh, dan selamat menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan. (Sandi) ***