Tiba-tiba datang 4 orang dan menanyai perihal hubungan korban dengan seorang laki-laki yang ada di ART Cafe.
Djoko bilang, korban saat itu dianggap menyinggung pelaku.
Akhirnya pelaku emosi hingga lakukan pengeroyokan.
“Dari hasil interogasi, pengeroyokan bermula ketika anak korban ditanya perihal hubungannya dengan seorang laki-laki yang berada di ART Cafe. Jawaban anak korban dianggap menyinggung para terduga anak pelaku, sehingga memicu emosi dan berujung pada tindak kekerasan,” jelas Djoko.
Kata Djoko, pelaku MADSS memukul pipi dan menendang perut korban.
3. Pengeroyokan di 2 Tempat
Usai pengeroyokan di TKP pertama selanjutnya korban menjauh namun tetap saja diikuti oleh para pelaku.
Sesampainya di Lopo Sunset Cafe, korban kembali dipukul, tendang dan diseret hingga mulutnya berdarah.
“Di lokasi café tersebut anak korban kembali dipukul, ditendang, dan diseret di atas pasir hingga mulutnya mengeluarkan darah,” sebut Djoko Lestari.
4. Pelaku Diamankan
Lebih lanjut kata Djoko, pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku pada Rabu, 20 Agustus 2025 dini hari.
“Setelah diketahui adanya kasus ini, Kapolsek Kota Lama saya perintahkan untuk segera menangkap para terduga pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, dan pada (Rabu, 20/8/2025) dini hari tadi, para terduga anak pelaku berhasil diamankan,” tegas Djoko.
Kapolresta Kupang Kota melanjutkan, masih terus lakukan penyelidikan terhadap para terduga pelaku.