"Turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Yuliana," kata Muhidin.
Ia mengatakan bersama seluruh anggotanya juga turut takziah ke rumah korban.
"Kami seluruh anggota juga ikut takziah ke sana," katanya.
Baca Juga: Penemuan Mayat Pria Misterius di Jembatan Glagah Kulon Progo Yogyakarta, Ada Luka Pada Dahi
Muhidin membatah anggotanya, S mabuk saat kejadian menabrak Yuliana.
"Kalau mabuk, enggak mungkin. Kenapa, karena di sini mau upacara. jadi kalau ini lihat aja di berita-berita kalau tanggal 17 pasti upacara, setiap tentara pasti upacara," bebernya.
Pasalnya di hari itu, S sedang buru-buru karena takut terlambat upacara.
Ia menduga S kurang konsentrasi hingga akhirnya menabrak korban.
"Intinya dia rada buru-buru sedikit karena takut terlambat upacara. Harus sampai sini kan jam 07.00 WIB harus sudah baris, kemudian jam 06.30 WIB sudah ada di persiapan. Jadi kurang konsen mungkin," ujarnya.
Terlepas tidak mabuk saat kejadian, Muhidin mengakui kecelakaan ini merupakan kelalaian anggotanya, S.
"Karena berpikir terlambat, sehingga buru-buru, inilah kesalahan anggota kami," ujar Muhidin.***