DPA kemudian dilaporkan ke polisi pada 17 Juni 2025.
"Ini jadi keprihatinan kita karena anak masih berusia 12 tahun dan kelas VI SD," tuturnya.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lain.
Belakangan diketahui DPA juga mengirimkan chat ke banyak orang.
"Diduga pelaku mengalami kelainan seksual suka ke anak-anak, itu yang kami dalami," tutupnya. ***