Dari pekerjaannya itu, sang ibu memperoleh penghasilan sekitar Rp 50 ribu per hari atau sekitar Rp 1,2 juta per bulan.
Ayahnya, almarhum Ismuni Sutrisno, dulunya bekerja sebagai tukang fotokopi rumahan di daerah Kota Yogyakarta.
Ismuni Sutrisno meninggal dunia pada 2021 tepat di usia 67 tahun karena menderita penyakit diabetes.
Sejak ayahnya sakit, keluarga ini memilih pindah rumah ke perkampungan di Godean.
Sang ibu pun mengambil alih peran sebagai pencari nafkah tunggal keluarga.
Pendidikan Febiyanti Nur Mahmudah
Walaupun terkendala secara finansial, semangat belajar Febiyanti Nur Mahmudah tak pernah luntur.
Febiyanti Nur Mahmudah bersekolah di SMA Negeri 7 Yogyakarta.
Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti OSIS, Peleton Inti, panitia teater, kegiatan sosial, hingga classmeeting.
Febiyanti Nur Mahmudah juga menjadi bagian dari Forum Anak Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Melihat Hasil SPMB Jateng 2025, Apakah Kamu Lulus Seleksi?
Di tengah kesibukannya, Febiyanti Nur Mahmudah tetap mampu menjaga prestasi akademiknya.
Ia kerap masuk 5 besar di kelasnya dan saat SMA masuk peringkat 7 eligible di jurusannya.