PORTALOKA.ID - Pemerintah menargetkan merekrut 1.515 guru baru untuk Sekolah Rakyat.
Guru yang akan direkrut khusus untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bekerja penuh waktu (full time) di lokasi sekolah termasuk tinggal di asrama bersama siswa.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK-PG) sedang menyiapkan langkah besar untuk mendukung pendirian 100 Sekolah Rakyat.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen GTK-PG, Nunuk Suryani, dalam Dialog Pimpinan Direktorat Jendral GTKPG bersama media, Rabu, 4 Juni 2025.
Baca Juga: Segini Besaran Tunjangan Insentif Guru Non ASN untuk RA dan Madrasah yang Dipastikan Cair Juni 2025
Nunuk Suryani menegaskan pemenuhan kebutuhan guru tidak dilakukan melalui redistribusi guru-guru dari sekolah lain, karena wilayah calon lokasi Sekolah Rakyat umumnya masih mengalami kekurangan guru.
“Lokasi-lokasi sekolah rakyat itu guru-gurunya sekitarnya tidak berlebih. Jadi tidak bisa dipindah, ASN-nya ke sana,” jelas Nunuk.
Sebagai solusi, Ditjen GTK-PG akan menyiapkan tiga kali lipat jumlah kandidat guru, yakni sekitar 4.500 guru lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang masih fresh graduate.
Mereka akan diseleksi oleh tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) selaku penyelenggara utama Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Diusulkan Jadi 70 Tahun, Segini Batas Usia Pensiun ASN Menurut Undang-Undang
Proses seleksi akan mempertimbangkan karakter, sertifikasi, dan kesiapan tinggal di lingkungan asrama bersama siswa.
“Karena anak-anak itu boarding school, maka diharapkan gurunya juga bisa tinggal bersama mereka,” ujar Nunuk.
Selain kebutuhan guru, Kemendikdasmen juga telah menyiapkan formasi kepala sekolah untuk setiap lokasi.
Berbeda dengan guru, para kepala sekolah akan diambil dari ASN berpengalaman yang telah melalui proses seleksi internal Ditjen GTK.