berita

BRI Catatkan Laba Rp13,8 triliun Jakarta, Di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Rabu, 30 April 2025 | 13:33 WIB
Di tengah dinamika ekonomi global, begini gebrakan yang dilakukan BRI (IST)

Baca Juga: 2 Pria Modal Pistol Mainan Maling Motor Lalu Dijual ke 1 Orang Penadah, Target Pelaku Tempat Kos-kosan

Dari sisi penyaluran Kredit, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI telah mencatatkanpenyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy.

Penyaluran kredit BRI tersebut masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dari total kreditBRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.126,02 triliun.

Penyaluran kredit UMKM BRI yang terus tumbuh positiftersebut juga diiringi oleh berbagai inisiatif untuk meningkatkanliterasi dan inklusi keuangan. Salah satunya melaluiAgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan denganpertumbuhan sebesar 49,48% yoy.

Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 67 ribu desa ataumenjangkau lebih dari 88% dari total desa di Indonesia, sertamencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun di sepanjangTriwulan I 2025”, ungkap Akhmad.

Baca Juga: 8 Pelaku Curanmor Dibekuk Polres Sumedang, 2 di Anatarnya Residivis, 16 Motor dan 1 Mobil Diamankan

Seperti diketahui, AgenBRILink merupakan perluasan layananBRI, dimana BRI menjalin kerja sama dengan nasabah sebagaiagen/mitra yang dapat melayani transaksi perbankan bagimasyarakat secara real-time online dengan konsep sharing fee.

Berbagai inisiatif BRI tersebut mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan berperanstrategis dalam membuka lapangan kerja dan menurunkantingkat kemiskinan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunannasional yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia”, jelas Akhmad.

Terkait dengan kualitas kredit, Direktur Manajemen Risiko BRIMucharom memaparkan bahwa pertumbuhan kredit BRI juga diikuti dengan perbaikan kualitas yang diperoleh dari penerapanmanajemen risiko yang efektif dan prudent dalam penyalurankredit. Hal tersebut tercermin dari rasio Non-Performing Loan(NPL) BRI yang membaik dari 3,11% di akhir Triwulan I 2024 menjadi 2,97% di akhir Triwulan I 2025. Rasio Loan at Risk(LAR) juga terus membaik, dari semula 12,68% di akhirTriwulan I 2024 menjadi 11,12% di akhir Triwulan I 2025.

Baca Juga: Ide Jualan Dessert Kekinian, Muffin Tape Keju, Manis Lembut Anti Seret, Dijamin Cuan Banyak

Di sisi lain, BRI juga tetap menyiapkan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitasaset. Hal tersebut tercermin dari Rasio NPL Coverage BRI yang mencapai 200,60%.

"Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidakhanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memilikifundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi, terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitikglobal seperti perang tarif”, jelas Mucharom.

Selanjutnya adalah Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto yang menjelaskan kinerja Dana Pihak Ketiga BRI. “Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mampu menghimpun DPK sebesar Rp1.421,60 triliun. Dana murah (CASA) mendominasi penghimpunanDPK BRI dengan proporsi mencapai 65,77% atau setara dengan Rp934,95 triliun”, ungkap Aquarius.

Pencapaian CASA BRI tersebut tercatat meningkat dibandingkan dengan porsi CASA pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 61,66%. Pencapaian CASA BRI tersebut salah satunya didukung pertumbuhan transaksi digital Super App BRImo yang semakin memperkuat posisi BRI dalam layanan digital banking di Indonesia.

Hingga akhir Maret 2025, tercatat pengguna super app BRImo telah mencapai 40,28 juta user, atau meningkat 20,26% yoy. Sementara darisisi jumlah dan nilai transaksi, pada Triwulan I 2025 BRImo melayani1,2 miliar transaksi finansial, naik 25,5% YoY dengan volume sebesar Rp1.599 triliun atau meningkat 27,79% YoY”, ungkap Aquarius.

Halaman:

Tags

Terkini