berita

UPDATE Kasus Keracunan Massal di Karangturi Gantiwarno Klaten saat Acara Wayangan, Korban Jadi 110 Orang, 1 Meninggal Dunia

Selasa, 15 April 2025 | 12:42 WIB
Sejumlah orang diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan di acara wayang kulit, Sabtu malam, 12 April 2025 di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)

PORTALOKA.ID - Jumlah korban keracunan massal yang tejadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bertambah menjadi 110 orang, Selasa, 15 April 2025.

Mereka mengalami keracunan seusai menyantap hidangan acara halal bihalal keluarga besar trah salah satu warga di Dukuh Bendungan, Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Sabtu malam, 12 April 2025.

Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB ini dihadiri sekitar 200 orang.

Para tau undangan disugihi pertunjukan seni wayang kulit dan berbagai makanan.

Baca Juga: Makanan Konsumsi Tamu Wayangan Dimasak Rewangan Warga, Pemilik Hajatan Diperiksa soal Kasus Dugaan Keracunan 64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten

"Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo Ari bersama stakeholder terkait langsung turun ke lapangan untuk mengawal dan menangani kejadian ini secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Kasi Humas Polres Klaten, AKP Nyoto, Selasa, 15 April 2025.

Data sementara menunjukkan jumlah korban terus bertambah.

Pada tahap awal, 60 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan, terdiri dari 11 pasien rawat inap dan 49 pasien rawat jalan.

Hingga Selasa, 15 April 2025. pukul 08.00 WIB, jumlah korban meningkat menjadi 110 orang, termasuk 1 korban meninggal dunia.

Baca Juga: Ini Gejala yang Dirasakan Warga Klaten setelah Makan Rendang dan Sambel Krecek di Acara Wayangan, Dugaan Kasus Keracunan di Karangturi Gantiwarno

Korban meninggal dunia atas nama SP, warga Dukuh Kwagean, Desa Karangturi.

Korban SP sempat dirawat di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso.

Sebanyak 5 orang dirawat di Puskesmas Gantiwarno, 19 orang di RS Bagas Waras, 9 orang di RSST, 3 orang di RS Cakra Husada, dan 72 orang lainnya menjalani rawat jalan.

“Sampel makanan telah kami kirimkan ke laboratorium untuk memastikan penyebab utama kejadian ini."

Halaman:

Tags

Terkini