Namun penemuan tersebut tidak ada indikasi adanya kekerasan.
Dikatakan Salamun, penyebabnya adalah karena korban terbentur saat jatuh dalam posisi terlentang.
"Terhadap korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Darah yang keluar dari kepala korban diakibatkan karena benturan ketika korban terjatuh dalam posisi terlentang," katanya.
Di samping itu dari keterangan warga, korban sudah ada di TKP sejak Selasa, 8 April 2025 pukul 22.00 WIB.
Saat itu korban sedang beristirahat di dekat motornya.
"Selasa (8/4) sekira pukul 22.00 WIB ada saksi melintas di TKP melihat sudah ada motor korban dan korban masih hidup dan sepertinya sedang istirahat," ujarnya.
Salamun melanjutkan, penyebab kematian korban diduga kelelahan dan sakit yang dideritanya.
Terlebih dari keterangan pihak keluarga, korban sempat mengeluh sakit bagian dada.
Baca Juga: Kasus BBM Pertalite Campur Air di SPBU Trucuk Klaten Naik Status ke Penyidikan
Namun hal ini dihiraukan, korban pun memaksakan diri tetap bekerja.
"Bahwa pada saat korban bekerja sebagai driver ojol kondisi korban sedang dalam keadaan sakit akan tetapi tetap memaksakan untuk bekerja, sehingga tidak menutup kemungkinan korban kelelahan dan akhirnya meninggal dunia," urainya.
Dari kasus ini pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah.
Jenazah korban sudah bersama keluarga yang selanjutnya akan dimakamkan.