PORTALOKA.ID - KAI Daop 6 Yogyakarta memberlakukan penyesuaian tarif khusus kereta api jarak jauh komersial mulai, Senin, 7 April 2025.
"Tarif khusus tersebut dijual dengan harga tiket termurahnya Rp 45 ribu untuk relasi Yogyakarta/Lempuyangan-Kutoarjo PP," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Feni mengatakan pemberlakuan tarif khusus ini memanfaatkan seat yang idle atau yang masih tersedia.
Ini merupakan wujud pelayanan yang maksimal kepada pelanggan.
Masyarakat pun dapat memanfaatkan tarif khusus tersebut untuk dengan lebih hemat ke berbagai tujuan favorit seperti Yogyakarta, Madiun, Solo, Purwokerto, Cilacap, Surabaya, dan Malang.
"Kami beritahukan bahwa tarif khusus atau Tarsus ini tersedia 2 jam sebelum keberangkatan KA jika seat KA yang dikehendaki masih tersedia."
"Pembelian tiketnya hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau di loket stasiun, tidak di channel eksternal," lanjut Feni.
Lebih lanjut Feni mengimbau pada pelanggan untuk memanfaatkan 1 jam pertama untuk membeli di aplikasi Access by KAI karena pada jam berikutnya tiket sudah tidak muncul di aplikasi.
"Selain itu, pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI lebih praktis dan nyaman mengingat stasiun dan jalanan yang ramai penumpang sehingga tidak terkena macet atau antrean," kata Feni.
Tarif khusus per 7 April 2025 berlaku untuk relasi:
1. Yogyakarta/ Lempuyangan - Purwokerto PP dengan tarif mulai Rp 105 ribu
2. Yogyakarta/ Lempuyangan - Kutoarjo PP dengan tarif mulai Rp 45 ribu
Artikel Terkait
Wanita 42 Tahun di Bandar Lampung Nekat Jual Sabu di Rumahnya untuk Modal Nikah, Pacarnya Masih Buron
Prabowo akan Buka 80.000 Koperasi di Tiap Desa dengan Cold Storage untuk Simpan Hasil Pangan
Pengacara Lisa Mariana Ungkap Kronologi Pertemuan Awal Kliennya dengan Ridwan Kamil, Klaim Sempat Habiskan Waktu 3 Hari Bersama di Palembang
MenPAN RB Minta PPK Lakukan Pengawasan Terhadap ASN pada Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran: Beri Sanksi Kalau Tidak Masuk Tanpa Keterangan
Begini Respons Prabowo saat Ditanya Terkait Demo dan Revisi UU TNI: Biasa Aja!