berita

Pertamina Buka Suara soal BBM Pertalite di SPBU Trucuk Klaten Diduga Campur Air hingga Bikin Belasan Kendaraan Mogok

Rabu, 9 April 2025 | 06:11 WIB
Pertamina buka suara soal kendaraan mogok setelah mengisi BBM di SPBU 44.574.29, Desa Wonosari Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tim Portaloka.id)

PORTALOKA.ID - Pertamina buka suara terkait dengan belasan kendaraan mengalami mogok setelah mengisi BBM.

Peristiwa itu terjadi di SPBU 44.574.29, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Area Manager Comm, Rel, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa, 8 April 2025 pukul 01.33 WIB.

Saat itu ada belasan kendaraan yang mengalami masalah seusai mengisi Pertalite di SPBU Trucuk.

Baca Juga: Ini Barang Bukti yang Diamankan dari SPBU Trucuk Klaten Pasca Viral BBM Pertalite Diduga Tercampur Air yang Bikin 11 Kendaraan Mogok

"Sehubungan dengan informasi yang beredar di media sosial terkait konsumen yang menemukan kandungan air pada produk Pertalite setelah mengisi di satu SPBU di Kabupaten Klaten," kata Taufiq Kurniawan, dalam keterangan tertulis yang diterima Portaloka.id.

"Konsumen yang mengalami kejadian tersebut di antaranya 4 pengendara mobil dan 8 pengendara sepeda motor yang melaporkan kejadian serupa ke SPBU dimaksud," imbuh Taufiq Kurniawan.

Pihak SPBU Trucuk lalu merespons keluhan tersebut dan bertanggungjawab memberikan ganti rugi kepada setiap konsumen.

Ganti rugi berupa memberikan biaya perbaikan dan mengisi ulang BBM pada setiap kendaraan.

Baca Juga: Buntut Viral BBM Pertalite Diduga Tercampur Air, SPBU Trucuk Klaten Dipasangi Garis Polisi

Saat ini, pihak Pertamina sedang berkoordinasi dengan Polres Klaten untuk menyelidiki penyebab kejadian ini.

Penyaluran BBM di SPBU Trucuk dihentikan sementara untuk dilakukan pembersihan.

"Untuk sementara penyaluran BBM di SPBU tersebut dihentikan untuk dilakukan pembersihan secara menyeluruh."

"Pertamina juga berkoordinasi dengan Polres Klaten untuk melakukan investigasi dan pengecekan produk hingga nanti dinyatakan aman untuk disalurkan kembali," tutur Taufiq Kurniawan.

Halaman:

Tags

Terkini