Munadi juga mengatakan bahwa ia dan keluarga sudah tinggal di sana lebih dari 30 tahun lamanya.
Ia pun merasa kesal lantaran baru menerima informasi bahwa akan ada penertiban untuk normalisasi Kali Sepak pada Kamis malam, 14 Maret 2025.
Atas musibah yang menerimanya, pihaknya berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi bagi semua warga terdampak.
“Tapi tadi saya dengar-dengar ada pergantian mungkin dalam bentuk uang. Kemungkinan ada kompensasi. Keberatan pasti gak sesuai, yang namanya kompensasi kan gak sesuai dengan hati nurani kita,” terang Munadi
Warga Desa asli Desa Srijaya itu pun rela digusur selagi pemerintah berkenan memberikan pengertian bagi warga terdampak.***