Minggu, 19 Juli 2026

Dirlantas Polda Jateng Tinjau Kesiapan Tol Jogja-Solo untuk Pastikan Kelancaran Arus Mudik dan Balik di Jawa Tengah

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 19 Februari 2025 | 07:25 WIB
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah melakukan survei kesiapan jalur Tol Jogja-Solo (JMJ) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025.  (Dok Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah)
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah melakukan survei kesiapan jalur Tol Jogja-Solo (JMJ) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025. (Dok Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah)

 

PORTALOKA.ID - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah melakukan survei kesiapan jalur Tol Jogja-Solo (JMJ) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025.

Hal ini dilakukan untuk antisipasi arus mudik dan balik di Jawa Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan titik survei mencakup wilayah Klaten hingga Yogyakarta, Selasa, 18 Februari 2025.

Survei dipimpin oleh Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan bersama sejumlah pejabat lalu lintas dari Polda Jateng dan Polda DIY serta perwakilan dari pengelola jalan tol dan operator terkait.

Baca Juga: Polda Jateng Ringkus Pelaku Pencurian Mobil di Semarang, 3 Anggota Resmob Luka-Luka

Kombes Pol Sonny Irawan menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Hal itu untuk menetapkan indikator yang menjadi pedoman dalam menentukan cara bertindak (CB) selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

“Hal ini untuk memastikan kesiapan jalur tol JMJ dan tol fungsional dari Prambanan hingga Purwomartani," kata Kombes Pol Sonny Irawan.

Tol JMJ memiliki panjang operasional 30,8 km dengan beberapa gerbang tol utama.

Baca Juga: Aksi Heroik 3 Anggota Resmob Polda Jateng, Tangkap Maling di Semarang hingga Luka-Luka Tertabrak Mobil Toyota Camry Hasil Curian

Sementara tol fungsional yang akan diberlakukan sepanjang 7 km dari Prambanan KM 30 hingga Purwomartani KM 37.

Dalam survei ini, tim juga mengevaluasi berbagai aspek kesiapan infrastruktur, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti gardu tol, rest area fungsional di KM 19A, serta layanan pendukung seperti mobil urinoir, dispenser Pertamina, bengkel mobile, mobil derek, dan tim quick response.

Pihak kepolisian juga telah menyusun skema pengalihan arus guna mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di wilayah Klaten.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X