YOGYAKARTA, PORTALOKA.ID - Tunjangan Kinerja (Tukin) yang tak dibayarkan sejak tahun 2020 jadi alasan puluhan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar aksi damai.
Koordinator Aliansi Dosen ASN Kemendikti-Saintek Yogyakarta, Titis Setyono Adi Nugroho mengatakan, pada kenyataannya Tukin ini tidak dibayarkan sejak tahun 2014.
Namun berdasarkan nomenklatur yang baru, pencairan tunjangan kinerja doesen terhitung sejak tahun 2020 sehingga pihaknya menuntut pembayaran setelah lebih dari 4 tahun menunggu.
"Kita menuntut dari 2020 untuk dibayarkan, sekitar 4 tahun lebih lah kalau dihitung sampai sekarang," jelas Titis di ISI Yogyakarta, Senin, 3 Februari 2025.
Mengingat salah satu point Asta Cita Presiden Prabowo, tukin ini dinilai penting bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat berbagai kegiatan belajar mengajar.
Bahkan, berdasarkan salah satu Quick Wins Presiden Prabowo, maka kebijakan mengenai Tukin Dosen Kemendikti-Saintek bersifat mutlak.
"Tukin ini penting sekali karena dari situ kita bisa untuk penelitian, untuk kegiatan-kegiatan dosen yang lain yang sebetulnya kegiatan itu pakai dana pribadi kita. Dan kita nulis di jurnal aja kita pakai biaya pribadi," jelas Titis.
Lebih lanjut Titis mengungkapkan, pendapatan dosen ASN yang diberikan pemerintah selama ini hanya gaji pokok dan uang makan.
Baca Juga: Prabowo Inspeksi Mendadak Dapur Umum Makan Bergizi Gratis di Rawamangun
Meskipun di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nominal yang didapatkan masih di atas Upah Minimum Regional (UMR) atau mendekati.
"Masih rata-rata kalau di Yogya, tapi kalau di wilayah lain itu di bawah UMR. Mungkin hanya Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan," ungkap Titis.
Dosen Seni Musik ini menerangkan, jumlah dosen di ISI Yogyakarta sekitar 500 orang.
Sementara, ada 88.299 dosen yang belum mendapatkan Tukin sejak tahun 2020 di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
DIUMUMKAN BESOK! Begini Cara Melihat Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2 Lewat HP
Staf Kepresidenan RI Tinjau SPPG Gagaksipat Boyolali, Wakil Kepala Staf Kepresidenan: Ideal Jadi Percontohan Nasional
Sering Terlihat Murung Hingga Menangis Sambil Melihat HP, Gadis 19 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kosan Ciamis
Berikut 3 Formasi Seleksi CPNS 2025 dengan Kuota Terbanyak dan Gaji Tertinggi, Khusus bagi Lulusan S1 Teknik Informatika
LPG 3 Kg Makin Sulit Dibeli? Kebijakan Baru Ini Picu Kemarahan Warga
Daftar Ulang PPG Daljab Kemenag 2025 Masih Dibuka, Simak Timeline Lengkapnya DI SINI