BANTUL, PORTALOKA.ID - Mancing belut berakhir duka. Nasib nahas ini dialami seorang pria asal Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Korban bernama Muhammad Charish Maulana (24), tewas tersengat listrik saat memancing belut di persawahan Mriyan, Kaluharah Timbulharjo.
Insiden pada Selasa, 28 Januari 2025 pukul 19.30 WIB, masih menyisakan tanda tanya.
Termasuk pemilik sawah turut dimintai keterangan dalam kejadian tersebut.
Korban diduga meninggal dunia karena kesetrum listrik yang ada di persawahan.
Saat dicek keberadaannya oleh saksi, ternyata kabel sudah tidak ada.
Berikut Portaloka.id sajikan deretan fakta insiden pria mancing belut tewas diduga kesetrum di Sewon Bantul dirangkum dari berbagai sumber:
1. Sempat Cari Cacing Sebagai Umpan Belut
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan insiden bermula saat korban mengajak temannya bernama Aris Ardiyanto (31) memancing belut.
Jeffry bilang, sebelum keduanya memancing, korban mengajak saksi untuk mencari cacing di selatan rumahnya.
Setelah itu, keduanya langsung menuju TKP.
"Kemudian korban mengajak saksi mencari cacing di selatan rumahnya. Setelah dapat cacing keduanya berangkat ke spot mancing belut di persawahan daerah Mriyan," kata Jeffry.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Sleman Yogyakarta, Sempat Mengoles Balsam pada Jasad Korban
Artikel Terkait
Mancing Belut, Seorang Pria Tewas Kesetrum di Sawah Sewon Bantul Yogyakarta, Begini Kronologinya
Gegara Kelalaian Sopir Fortuner, Pemotor Tewas Usai Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Jalan Samas Bantul Yogyakarta
5 Fakta Tabrakan Beruntun di Jalan Samas Bantul Yogyakarta, Kecelakaan Dipicu Mobil Fortuner Tabrak Bokong Vios
9 Fakta Pelajar SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta, Tangis Pilu Sambut Kedatangan Korban dan Orangtua Miliki Firasat
Kondisi 5 Kendaraan Usai Kecelakaan Beruntun di Jalan Samas Bantul Yogyakarta
Keji, Seorang Pria di Sleman Yogyakarta Nekat Membunuh Ibu Kandungnya Sendiri, Jasadnya Dibuang di Kebun Samping Rumah
Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Sleman Yogyakarta, Sempat Mengoles Balsam pada Jasad Korban
Motif Pembunuhan Anak pada Ibu Kandung di Sleman Yogyakarta, Penganiayaan Terjadi Sejak Akhir Tahun 2024