"Sebelum berangkat, dia minta sandal warna putih, beli dompet baru, dan potong rambut sendiri," ungkap Arip saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto pada Rabu, 29 Januari 2025.
9. Firasat Ayah Alfian Aditya Pratama
Masih kata Arip, dirinya dan istri sempat melakukan video call pada sang putra saat perjalanan menuju Pantai Drini.
Saat itu, Arip hanya ingin memastikan anaknya baik-baik saja dan duduk di bagian tengah bus.
"Dia duduk di tengah. Saya hanya ingin memastikan dia baik-baik saja," katanya.
Hanya saja, perasaan khawatir datang pada keesokan harinya saat Arip akan berangkat kerja ke Kediri pada Selasa, 28 Januari 2025 dini hari.
Lalu pada pukul 04.30 WIB, ban motornya bocor hingga lepas ban dalam.
Hal yang tak wajar ini membuatnya makin gelisah.
"Sekitar pukul 03.30 WIB saya berangkat kerja. Lalu, jam 04.30 WIB, ban sepeda motor saya bocor sampai lepas bannya yang dalam. Saya tidak tahu kenapa, tapi saat itu perasaan saya tidak enak," tandas Arip.
Itulah deretan fakta 13 pelajar SMPN 7 Mojokerto terseret ombak Pantai Drini, DIY.***
Artikel Terkait
13 Pelajar Asal Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta, 3 Orang Meninggal Dunia dan 1 Hilang
Korban Ke-4 Tragedi Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta Siswa SMPN 7 Mojokerto Sudah Ditemukan
Identitas 13 Korban Terseret Ombak Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta, Semua Sudah Ditemukan
Data Diri 4 Pelajar SMPN 7 Mojokerto Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta, 4 Orang Masih Dalam Perawatan
Kondisi Terkini Pelajar SMPN 7 Mojokerto yang Selamat Usai Terseret Ombak di Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta, 2 Orang di ICU
Tangis Pilu Keluarga Sambut Kedatangan Rombongan Siswa SMPN 7 Mojokerto Usai Tragedi Pantai Drini
Firasat Ayah Sebelum Anaknya Tewas dalam Tragedi SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini, Kebetulan atau Pertanda?