Minggu, 19 Juli 2026

Ketua DPD Usul Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat, Istana Berang: Memalukan!

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 16 Januari 2025 | 21:10 WIB
Usulan dana zakat untuk Makan Bergizi Gratis ditentang oleh pemerintah (Istimewa)
Usulan dana zakat untuk Makan Bergizi Gratis ditentang oleh pemerintah (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin soal Makan Bergizi Gratis (MBG), menarik perhatian sejumlah pihak.

Pasalnya, Sultan B Najamuddin mengusulkan program Makan Bergizi Gratis menggunakan dana zakat sebagai salah satu sumber pendanaannya.

Hal itu lantaran Sultan menilai, masyarakat Indonesia dikenal dermawan dan memiliki budaya gotong royong.

Oleh karena itu, menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui zakat dapat membantu menyukseskan program tersebut.

Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Begini Kronologinya

“Saya melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa nggak ini justru kita manfaatkan juga,” ujar Sultan kepada wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2025.

“Contoh, bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum pun terlibat di program makan bergizi gratis ini. Di antaranya adalah saya kemarin juga berpikir kenapa nggak ya, zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana. Itu salah satu contoh,” lanjutnya.

Respons Istana

Terkait usulan Ketua DPD RI tersebut, pihak istana justru tidak setuju.

Kepala Staf Presiden (KSP) AM Putranto menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak akan menggunakan dana zakat.

Baca Juga: Viral Video Makan Bergizi Gratis di Papua Pegunungan, Warganet: Alhamdulillah Sampai Juga

Menurutnya, pendanaan program ini sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi tidak ambil ke dana yang lain-lain. Beliau (Presiden Prabowo) sudah betul-betul luar biasa. Jadi tak ada dibilang ambil dari mana? Zakat. Wah, itu sangat memalukan itu ya. Bukan seperti itu kami,” kata Putranto di Kantor KSP, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2025.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program tersebut tahun ini.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X