Minggu, 19 Juli 2026

IDI Borong 400 Liter Susu dari Peternak Sapi, Aksi Solidaritas Gerakan Beli Susu Boyolali, Dibagikan ke Pondok Pesantren

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 13 November 2024 | 06:57 WIB
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas Gerakan Beli Susu Boyolali.  (Portaloka.id/Istimewa)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas Gerakan Beli Susu Boyolali. (Portaloka.id/Istimewa)

BOYOLALI, PORTALOKA.ID - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas Gerakan Beli Susu Boyolali.

Mereka membeli susu kepada peternak sapi perah sekitar 400 liter lalu membagikannya ke santri di Pondok Dawar, Mojosongo, Boyolali, Selasa pagi, 12 November 2024.

Susu yang mereka beli juga utuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan pada keluarga dan tetangga.

Ketua IDI Boyolali, Didik Suprapto mengatakan gerakan ini dilatarbelakangi oleh para pengepul susu dan peternak sapi perah di Boyolali yang melakukan aksi protes.

Baca Juga: Satu Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pembacokan Remaja oleh Gerombolan Pemotor di Demak Ijo Karangnongko Klaten

Mereka melakukan mandi susu di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 9 November 2024.

Aksi mandi susu itu adalah bentuk protes adanya pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS).

Para peternak kecewa dengan kebijakan serapan susu sapi lokal yang berkurang.

"Aksi di Tugu Susu Tumpah itu menimbulkan kepedulian kami, sehingga Gerakan Beli Susu Boyolali ke peternak ini kami laksanakan."

Baca Juga: Kakek Ditemukan Tewas di Area Persawahan Kebonarum Klaten, Diduga meninggal karena Penyakit yang Dideritanya

"Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN)," katanya.

"Kami mengimbau kepada teman-teman dokter untuk membeli susu sapi di peternak sebanyak 5 liter."

"Alhamdulillah mereka belinya malah lebih banyak."

"Selain untuk bakti sosial ke Pondok Pesantren juga untuk dikonsumsi sendiri," ucapnya.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X