"Intiya kami mengadakan aksi ini untuk membantu peternak, meski belum jadi solusi sepenuhnya, setidaknya bisa meringankan," imbuhnya.
Ada sebanyak 135 dokter yang tergabung dalam IDI Boyolali.
Dipilih pondok pesantren dengan harapan agar para satri bisa lebih sehat dan hebat dengan pemenuhan gizi yaitu susu.
Sementara itu, Ketua IIDI Boyolali, Suarni Neozilla merasa prihatin dengan adanya aksi mandi susu di Tugu Susu Tumpah.
Mengingat masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi.
"Susu Boyolali ini sudah jadi icon dan kekayaan di Boyolali, kalau ada yang terbuang sepertinya tidak patut."
"Sementara masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, di Boyolali angka stunting juga masih tinggi," katanya.
Suarni Neozilla berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan antusias dan ikut menggalakan semangat Beli Susu Boyolali agar tidak terbuang. ***
Artikel Terkait
Cara Unik Polres Kebumen Gelar Operasi Zebra Candi 2024, Pengendara yang Tertib Dapat Hadiah Nasi Kuning , Susu hingga Jamu
Cara Unik Polres Klaten saat Gelar Operasi Zebra Candi 2024, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Helm hingga Susu
Potret Kondisi Truk Tronton Fuso Seruduk Boks Tronton Hino di Jalan Jogja-Solo, Klaten, Oli dan Solar Berceceran, Ternyata Bermuatan Susu 11 Ton
6 Fakta Truk Tronton Fuso Seruduk Boks Tronton Hino di Jalan Jogja-Solo, Klaten, Kondisi Sopir Terjepit Kabin hingga Bermuatan Susu 11 Ton
Terus Merugi, Peternak Sapi Perah di Boyolali Lakukan Aksi Mandi Susu
Peternak Sapi Perah di Boyolali Buang Ribuan Liter Susu Sapi, Ternyata Ini Alasannya
Satu Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pembacokan Remaja oleh Gerombolan Pemotor di Demak Ijo Karangnongko Klaten