Kamis, 4 Juni 2026

Amankan Motor Berknalpot Brong Milik Pelajar di Klaten, Polsek Cawas Minta Orangtua Lebih Mengawasi Anaknya

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Sabtu, 9 November 2024 | 13:23 WIB
Polsek Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menahan 20 sepeda motor berknalpot brong hasil sidak di berbagai sekolah SMP - SMA - SMK di Kecamatan Cawas pada tanggal 4 dan 5 November 2024. (Dok. Polsek Cawas)
Polsek Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menahan 20 sepeda motor berknalpot brong hasil sidak di berbagai sekolah SMP - SMA - SMK di Kecamatan Cawas pada tanggal 4 dan 5 November 2024. (Dok. Polsek Cawas)

KLATEN, PORTALOKA.ID - Polsek Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menahan 20 sepeda motor berknalpot brong hasil sidak di berbagai sekolah SMP - SMA - SMK di Kecamatan Cawas pada tanggal 4 dan 5 November 2024

Para siswa pemilik kendaraan itu lalu datang ke Polsek Cawas bersama orangtua masing-masing dan membuat surat pernyataan untuk tidak menggunakan knalpot brong lagi.

Kapolsek Cawas, AKP Umar Mustofa mengatakan pihak orangtua merespons baik terkait adanya sidak tersebut.

Para orangtua mengucapkan terimakasih atas upaya yang dilakukan Polsek Cawas untuk menciptakan suasana tertib dan nyaman di wilayah Kecamatan Cawas.

Baca Juga: Polsek Cawas, Klaten, Sidak ke Sekolah SMP - SMA - SMK, Tahan 20 Sepeda Motor Berknalpot Brong Milik Siswa

"Sebagian orang tua ada yg tidak tahu karena kerja di luar daerah dan ikut kakek atau neneknya."

"Ada juga orangtua yang memang kurang perhatian dengan anaknya atau pergaulan anak."

"Ada juga orangtua yang karena kesibukannya kerja, sehingga anak dibiarkan mengendarai motor sendiri tanpa kelengkapan atau bahkan menggunakan knalpot brong," kata AKP Umar Mustofa kepada Portaloka.id, Jumat , 8 November 2024.

AKP Umar Mustofa meminta kepada para orangtua siswa untuk selalu mengawasi anaknya.

Baca Juga: Nusantara United Bertekad Lebih Solid di Putaran Kedua Liga 2, Targetkan Awal Positif saat Datang ke Markas Persiku Kudus

Bahkan ia mengimbau agar para siswa yang tidak memiliki SIM untuk diantar ke sekolah.

"Kami minta anaknya untuk selalu diawasi, karena sebagian besar interaksi diluar sekolah adalah dalam pengawasan ortu."

"Jika kesekolah perlunya diantar atau pendampingan ortu atau wali, karena tidakk punya SIM dapat mengancam keselamatnnya," imbuhnya.

Knalpot brong milik siswa itu juga sudah dihancurkan agar tidak bisa digunakan lagi.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X