Sehingga tidak ada pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Resep Sambal Udang Telur Puyuh, Enak Gurih Pedas, Cocok untuk Menu Makan Malam
Adapun pihak keluarga telah menerima sebagai musibah.
"Iya betul insiden kecelakaan sehingga tidak ada pemeriksaan lanjutan karena murni kecelakaan. Pihak keluarga juga sudah menerima peristiwa ini sebagai kecelakaan," ucap Julianta.
Itulah 4 fakta tewasnya seorang santri di Kulon Progo gegara kesetrum saat pasang atap ponpes.***
Artikel Terkait
Kondisi Korban Penusukan dan Penganiayaan di Prawirotaman Yogyakarta, Salah Satu Korban Alami Luka Robek Bagian Perut
5 Fakta Penusukan dan Penganiayaan Santri Krapyak di Prawirotaman Yogyakarta, Pelaku Diduga Mabuk Sebelum Beraksi dan GP Ansor Buka Suara
Pimpinan GP Ansor Desak Polisi Tangkap Pelaku Penusukan dan Penganiayaan di Prawirotaman Yogyakarta, 2 Korban Santri Krapyak
Seorang Pria Tertemper Kereta Api di Kulon Progo Yogyakarta, Polisi: Diketemukan Ceceran Uang dan Potongan Tubuh Korban
2 Peserta Seleksi CPNS Dibacok saat Melintas di Sleman Yogyakarta, Korban Luka Parah dan Tidak Ada Warga yang Berani Menolong
Korban Pembacokan Peserta CPNS di Sleman Yogyakarta, Alami Lumpuh Separuh Badan, Begini Kondisinya
Kecelakaan Scoopy vs 2 Mobil di Bantul Yogyakarta, Pengendara Brio Tidak Punya SIM A, 1 Korban Terluka
Kecelakaan Tunggal Gegara Penyempitan Jalan di Bantul Yogyakarta, Tebeng Depan Motor Pecah
Santri di Kulon Progo Yogyakarta Tewas, Gegara Kesetrum Saat Bantu Pasang Atap di Pondok Pesantren
Sempat Tak Pulang, Ternyata Lansia Tewas Karena Kecelakaan Tunggal, Jasadnya Ditemukan di Sawah Kulon Progo Yogyakarta