Namun, warga tak ada yang berani melerai karena pelaku membawa senjata tajam.
"Keterangan pedagang warung sate karena korban sudah terpojok maka pelaku melakukan pembacokan secara bergantian. Warga karena tahu pelaku membawa sajam, memilih kabur dulu," ujarnya.
Menurut Sandro kedua korban ini berencana akan mengikuti seleksi CPNS.
"Sebenarnya mereka rencananya mau tes CPNS. Orang Pemalang ke Bantul melalui Jalan Wates dia rencana mau tes CPNS. Rencananya hari ini, pagi ini ya tes CPNS-nya. Tapi karena malam itu ya itu ada kejadian ya dia nggak jadi," tandasnya.***
Artikel Terkait
4 Fakta Peristiwa Kerusakan Katup Mesin Silo di Pabrik Mix Beton Sedayu Bantul Yogyakarta, Bantah Ada Bahan Semen dari Debu Pekat
Pabrik Mix Beton di Sedayu Yogyakarta Buka Suara Soal Katup Rusak Picu Debu Beterbangan, Operasional Dihentikan Sementara
Gegara Sakit Hati, Wanita Berusia 21 Tahun Nekat Sayat Tangan Sendiri di Kulon Progo Yogyakarta, Begini Kondisinya
Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan di Sleman Yogyakarta, Pelaku Seorang Pelajar, Dapat Bahan Baku dari Ciu Solo
Viral Kasus Penusukan dan Penganiyaan di Prawirotaman Yogyakarta, 2 Korban Terluka
Kondisi Korban Penusukan dan Penganiayaan di Prawirotaman Yogyakarta, Salah Satu Korban Alami Luka Robek Bagian Perut
5 Fakta Penusukan dan Penganiayaan Santri Krapyak di Prawirotaman Yogyakarta, Pelaku Diduga Mabuk Sebelum Beraksi dan GP Ansor Buka Suara
Pimpinan GP Ansor Desak Polisi Tangkap Pelaku Penusukan dan Penganiayaan di Prawirotaman Yogyakarta, 2 Korban Santri Krapyak
Seorang Pria Tertemper Kereta Api di Kulon Progo Yogyakarta, Polisi: Diketemukan Ceceran Uang dan Potongan Tubuh Korban