KLATEN, PORTALOKA.ID - Lokasi wisata Kereta Lokamerta, di Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk sementara ditutup.
Hal tersebut buntut dari bangunan joglo di lokasi itu roboh karena peristiwa hujan deras dan angin puting beliung, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Bangunan joglo berukuran 10 x 12 meter itu rata dengan tanah akibat kencangnya angin puting beliung.
Kepala Desa Tirtomarto, Agung Nugroho mengatakan lokasi wisata Lokamerta ditutup untuk sementara.
Petugas wisata Kereta Lokamerta akan terlebih dahulu membersihkan puing-puing bangunan joglo yang ambruk.
Selain itu juga menata kembali bangunan joglo agar lebih aman.
"Yang jelas akan kita tutup (operasional) sampai nanti benar-benar siap untuk buka kembali."
"Nanti akan dibuka lagi dengan kondisi yang lebih aman."
"Terus yang paling utama adalah gotong royong pembersihan puing joglo ini," katanya.
Agung Nugroho menjelaskan akibat dari peristiwa tersebut kerugian ditaksir mencapai 50 juta.
"Kerugian Rp 50 juta. Bangunan joglo ini roboh total," tuturnya.
Saat kejadian tidak ada pengunjung yang menggunakan fasilitas joglo tersebut.
Artikel Terkait
Rumah Semi Permanen di Desa Karangturi, Klaten Ludes Terbakar, Segini Kerugian yang Diderita Korban
Kecelakaan Yamaha Aerox vs Honda Scoopy di Juwiring, Klaten, Motor Dikendarai Siswi SMP, 2 Korban Tak Sadarkan Diri
Kecelakaan Truk Muatan Air Mineral Vs Kereta Kelinci di Jalan Cokro - Delanggu, Klaten, Penumpang Emak-emak Senam
Kronologi Adu Banteng Truk Air Mineral Vs Kereta Kelinci Rombongan Emak-emak Senam di Jalan Cokro - Delanggu, Klaten, Begini Penjelasan Polisi
Kondisi dan Jumlah Korban Kecelakaan Truk Air Mineral Vs Kereta Kelinci Rombongan Emak-emak Senam di Jalan Cokro - Delanggu, Klaten
4 Fakta Kecelakaan Truk Air Mineral Vs Kereta Kelinci di Jalan Cokro - Delanggu, Klaten, Rombongan Emak-emak Senam hingga Korban Dibawa ke Rumah Sakit
Kebakaran Gudang Penyimpanan Kapas di Desa Jetis Wetan, Klaten, 2 Rumah Terdampak, Api Merambat ke Atap dan Dinding
Bangunan Joglo di Wisata Kereta Lokamerta, Klaten, Ambruk Rata dengan Tanah Disapu Angin Puting Beliung