2. Korban Sakit
Kepada Pujoyanto, TW sempat mengeluh sakit. TW juga sempat periksa ke dokter.
"Kemarin memang sempat mengeluh sakit jantung, kaki juga bengkak, ada luka di kaki. Tadi juga ditemukan obat jantung, sekarang obatnya di bawa adiknya," ucapnya.
"Sakitnya belum lama, sempat cerita ke saya dadanya sesak, sudah periksa katanya jantung," ucap Pujoyanto.
3. Hidup Sendiri
Korban TW hidup sendiri di rumahnya dan tidak bekerja.
Menurut Pujoyanto, terakir warga bertemu dengan TW pada Senin, 30 September 2024.
"Kalau dulu kerjanya parkir di warung soto dekat kecamatan," katanya.
"Saya sendiri terakhir ngobrol sama korban itu Hari Senin, dia cerita baru saja periksa, sakit, jalannya sudah sempoyongan, dadanya sesak," tutur Pujoyanto.
4. Kondisi Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan dari nakes dan inafis diperkirakan korban sudah meninggal 3 hari.
"Tadi ditemukan di garasi rumah, korban dalam kondisi duduk di kursi yang biasa digunakan."
"Korban punya penyakit bawaan, komplikasi, jantung, ada darah tinggi dan asam urat juga," tutur Iptu Suhedi.
Artikel Terkait
Mayat Pria Ditemukan Tercebur di Selokan Jalan Raya Karangwuni Klaten Bersama Sepeda Ontelnya, Begini Kronologinya
3 Fakta Penemuan Mayat Pria di Selokan Jalan Raya Karangwuni Klaten, Ditemukan Bersama Sepeda hingga Keluarga Menolak Visum
Mayat Pria Ditemukan di Garasi Rumah di Desa Trunuh, Klaten, Berawal dari Warga Curiga dengan Bau Busuk
Kronologi Penemuan Mayat Pria di Garasi Rumah di Desa Trunuh, Klaten, Begini Cerita Pak RT