Sudaryono menyebut pemerintah telah menggulirkan program pompanisasi sebagai solusi cepat dalam mengatasi kekeringan.
Program tersebut terbukti menambah luas tanam dan memperluas areal pertanaman (PAT).
"Programnya sudah bagus tapi kadang-kadang di lapangan selalu ada kendala."
"Artinya semua eksekusinya harus kita cek di lapangan agar program yang dicanangkan ini berjalan dengan baik," imbuhnya.
Sudaryono meminta agar petani mewaspadai serangan hama tikus yang sudah berlangsung lama.
Ia ingin pemerintah pusat maupun daerah memperkuat kolaborasi bersama petani agar hama yang meresahkan ini dapat ditangani.
"Anggap saja tikus akan datang maka yang bisa kita lakukan sekarang ini adalah mengantisipasinya."
"Bisa lewat obat hama maupun burung hantu yang nanti akan kita siapkan juga."
"Jadi jangan nunggu sudah tikusnya banyak tapi kita lakukan antisipasi sejak dini," jelasnya. ***
Artikel Terkait
Meriah! Ratusan Warga Berebut 3 Gunungan Buah, Sayur dan Nasi Tumpeng, Tradisi Bersih Desa di Trucuk, Klaten
Kemeriahan Ratusan Warga Desa Pokak, Klaten Berebut 3 Gunungan Hasil Bumi Tradisi Bersih Sendang Sinongko, Wujud Syukur Panen Melimpah
Warga Klaten dan Sekitarnya Merapat! Saksikan Kirab Gunungan Festival Candi Kembar, Ini Jadwalnya
Rute Kirab Gunungan Festival Candi Kembar Desa Wisata Bugisan Prambanan Klaten, Digelar Siang Ini!
Kemeriahan Ratusan Warga Berebut 8 Gunungan Hasil Bumi dan Jajanan Pasar Festival Candi Kembar di Klaten, Bupati: Meningkatkan Potensi Wisata dan UMKM
Kemeriahan Grebeg Maulud Keraton Solo, Ribuan Orang Rela Berdesakan Berebut Gunungan
Ratusan Warga Demakijo, Klaten Ngalap Berkah Berebut 3 Kuintal Gunungan Beras Rojolele Srinuk dan Sayuran hingga Kemeriahan Kirab Budaya
Kemeriahan Bersih Desa Karangpakel, Trucuk, Klaten, Ratusan Warga Rebutan 8 Tumpeng dan 4 Gunungan Hasil Bumi