Selasa, 2 Juni 2026

Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Minta Presiden Turun Tangan Usut Kekerasan yang Sebabkan Wawali Kerajaan Galuh Raden Hanif Radinal Meninggal Dunia

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 17 September 2024 | 14:47 WIB
FSKN meminta bantuan Presiden dan DPR usut kekerasan yang menyebabkan Raden Rasich Hanif Radinal meninggal (YouTube Bunga Sufi Media)
FSKN meminta bantuan Presiden dan DPR usut kekerasan yang menyebabkan Raden Rasich Hanif Radinal meninggal (YouTube Bunga Sufi Media)

PORTALOKA.ID - Wafatnya Wawali Kerajaan Galuh sekaligus Sekretaris Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Raden Rasich Hanif Radinal mengundang keprihatinan mendalam dari seluruh anggota Keraton Nusantara.

Pasalnya, ia meninggal dunia dalam proses perjuangan memperjuangkan hak miliknya yang dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Brigjen Pol. (P) Dr. A.A. Mapparessa, M.M., M.Si, meminta perlindungan hukum kepada Presiden RI atas dugaan Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kepada Raden Hanif Radinal sebagai Wawali Kerajaan Galuh yang memiliki pengaruh besar terhadap perjuangan kerajaan di Nusantara.

Ia mengecam tindakan eksekusi paksa yang dilakukan oleh Juru Sita PN Jakarta Selatan pada 12 September 2024 lalu.

Baca Juga: Aktivis Budaya Galuh Minta Usut Tuntas Petugas Eksekusi Lahan hingga Kematian Wawali Kerajaan Galuh Ciamis Raden Hanif

Menurut Mapparessa, eksekusi tersebut melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan pihak yang diduga preman, merupakan tindakan yang melanggar hukum dan tidak beradab.

"Pengosongan paksa ini tidak hanya melanggar hak milik sah almarhum tetapi juga mencederai rasa keadilan dan kemanusiaan," tegas Mapparessa dalam rilisnya pada Selasa, 17 September 2024.

FSKN juga menyoroti adanya cacat hukum dalam pelaksanaan eksekusi tersebut, termasuk adanya gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang masih dalam proses di PN Jakarta Selatan.

Meskipun telah diajukan permohonan penundaan eksekusi dan perlindungan hukum, namun eksekusi tetap dilakukan dengan tindakan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya YM Raden Rasich Hanif Radinal.

Baca Juga: Keluarga Besar Mahasiswa Galuh Jaya Jabodetabek Desak Kepolisian Usut Tuntas Kematian Wawali Kerajaan Galuh Ciamis Raden Hanif

Mapparessa meminta perlindungan dan tindakan tegas dari Presiden RI, pimpinan DPR, DPD, serta lembaga-lembaga hukum terkait untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memberantas praktik mafia tanah.

"Kami berdoa agar almarhum meninggal dalam keadaan mulia dan tindakannya melawan mafia tanah menjadi teladan bagi perjuangan hak dan keadilan," tambah Mapparessa.

Dengan pernyataan ini, FSKN berharap masyarakat dan pihak berwenang dapat berkomitmen dalam menegakkan keadilan dan memerangi ketidakadilan yang terjadi.

Semoga peristiwa ini dapat menjadi momentum untuk menegakkan supremasi hukum dan menjaga rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X