Kamis, 4 Juni 2026

Aktivis Budaya Galuh Minta Usut Tuntas Petugas Eksekusi Lahan hingga Kematian Wawali Kerajaan Galuh Ciamis Raden Hanif

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 16 September 2024 | 12:19 WIB
Wawali Kerajaan Galuh, Raden Hanif Radinal meninggal dunia saat peristiwa eksekusi Rumah Makan Sedjuk Bumi dan Kopi Cilandak, Kamis, 12 September 2024.  (Portaloka.id/Istimewa)
Wawali Kerajaan Galuh, Raden Hanif Radinal meninggal dunia saat peristiwa eksekusi Rumah Makan Sedjuk Bumi dan Kopi Cilandak, Kamis, 12 September 2024. (Portaloka.id/Istimewa)

PORTALOKA.ID - Wawali Kerajaan Galuh, Raden Hanif Radinal meninggal dunia saat peristiwa eksekusi Rumah Makan Sedjuk Bumi dan Kopi Cilandak, Kamis, 12 September 2024.

Raden Hanif Radinal menghembuskan nafas terakhir saat berusaha menghalangi eksekusi lahan tersebut.

Raden Hanif Radinal sempat terlibat cekcok dengan petugas juru sita ketika eksekusi dilakukan.

Tiba-tiba Raden Hanif Radinal terkulai lemas dan sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tak tertolong.

Baca Juga: Keluarga Besar Mahasiswa Galuh Jaya Jabodetabek Desak Kepolisian Usut Tuntas Kematian Wawali Kerajaan Galuh Ciamis Raden Hanif

Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto mengatakan meninggalnya almarhum Raden Hanif Radinal bukan karena bentrokan fisik dan kekerasan dari petugas eksekusi.

Berdarkan keterangan yang diterima Portaloka.id, pernyataan itu dianggap sebagai upaya melepaskan tanggung jawab.

Dari banyaknya video yang beredar terlihat preman berwajah garang mendorong Raden Hanif Radinal.

"Tolong buka mata dan telinga pejabat PN Jakarta Selatan, sejak kapan ada regulasi petugas eksekusi melibatkan preman berwajah garang melawan kakek berusia 70 tahun?"

Baca Juga: Ribuan Orang Datangi Objek Wisata Mata Air Siblarak, Klaten saat Libur Panjang Momen Maulid Nabi 2024

"Jelas tidak manusiawi melakukan eksekusi didampingi preman liar, memangnya petugas polisi masih kurang cukup?," ucap Aktifis Budaya Galuh, H. Ali Fikri.

Menurut Ali Fikri, baik PN Jakarta Selatan maupun Polres Jakarta Selatan terlihat dalam video membiarkan aksi preman bebas melakukan kekerasan.

Peristiwa itu diklaim mengandung unsur-unsur kesengajaan untuk mengintimidasi dan menekan sehingga menyebabkan Raden Hanif Radinal pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Tewasnya Raden Hanif Radinal pun diduga memiliki indikasi pelanggaran HAM berat.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X