Sehingga menimbulkan utang luar negeri yang membengkak.
"Gagal menyelesaikan pelanggaran HAM berat, gagal mengelola APBN, meruntuhkan independensi Bank Indonesia, memperbesar utang luar negeri," sambungnya.
Lebih lanjut Gayuh mengatakan Jokowi melakukan praktik culas dengan merevisi RUU Pilkada. Alhasil membuat kemarah rakyat memuncak.
"Seolah dia merupakan hukum, bahkan melebihi hukum dan sendi-sendi konstitusionalisme. Kegaduhan yang dibuat oleh pemerintah dan anggota Dewan di DPR RI memicu kemarahan seluruh rakyat Indonesia, praktik culas yang dilakukan dengan merevisi RUU Pilkada sekali lagi seolah mengglorifikasi hegemoni kekuasaan dan politik dinasti," imbuhnya.
Menurut Gayuh, demi melanggengkan kekuasaan, rezim Jokowi dianggap membangkang terhadap putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan 70/PUU-XXII/2024.
Masing-masing tentang ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah dan batas usia calon kepala daerah.
"Terbaru, demi melanggengkan dan memuaskan hasrat kekuasaan, rezim Jokowi beserta kroninya melakukan tindakan pengkerdilan terhadap demokrasi secara terstruktur, sistematis,dan masif melalui pembangkangan putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 tentang ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah dan putusan MK 70/PUU-XXII/2024 tentang batas usia calon kepala daerah," ungkapnya.
Inti dari aksi ini, mewakili GMNI Klaten, Gayuh mengatakan tolak praktik otoritarianisme, mengecam tindakan yang mencederai demokrasi, mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan menuntut pemerintah dan DPR patuh konstitusi.
"Point pentingnya menolak praktik otoritarianisme yang dilakukan Jokowi beserta kroni-kroninya, mengecam keras segala bentuk tindakan yang mencederai proses demokrasi, mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menuntut Pemerintah dan DPR agar patuh terhadap konstitusi," pungkas Gayuh.***
Artikel Terkait
3 Fakta Mobil Terios Menabrak Brio Lalu Bentur Vario di Klaten, Kendaraan Terseret 10 Meter dan Terguling di Tengah Jalan
Sebanyak 49 Atlet Ikuti Ajang Kejurnas Panahan Berkuda di Klaten, Peserta dari Indonesia, Malaysia hingga Thailand
2 Perempuan Maling Tas Pedagang Pasar Gedhe Klaten, Berisi Uang Puluhan Juta, Pelaku Sempat Kabur ke Arah Alun-alun
3 Fakta Dua Wanita Maling Tas Milik Pedagang di Pasar Gedhe Klaten, Tas Berisi Uang Rp 12 Juta hingga Terancam Penjara 5 Tahun
Referensi Minuman di Cuaca Panas, Es Cendol Cincau dan Jelly Kurma Kenyal Lembut Creamy Nyegerin, Intip Resepnya di Sini
Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Klaten Jadi Lokasi Tes Kesehatan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2024 dari 4 Kabupaten
Detik-detik 2 Wanita Maling Tas di Pasar Gedhe Klaten Diangkut Mobil Polisi, Mereka Diteriaki, Ditendang hingga Jilbabnya Ditarik Pengunjung Lain
Kronologi Duet Maling Tas Pedagang di Pasar Gedhe Klaten Kegep Pelanggan, Hasil Curian Berhasil Diselamatkan, Pelaku Diamankan Polsek Kota
Daftar Tes Kesehatan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada 2024 di RS Soeradji Tirtonegoro, dari Narkotika hingga Wawancara Psikiatri
Rela Mundur dari Karir Cemerlang BUMN, Anom Widiyantoro Calonkan Diri Sebagai Bupati Pemalang, Diusung 6 Partai
PERTAMA DI KLATEN! Kolam Renang Khusus Muslimah Tirta Salsabila Cuma Rp 10 Ribu, Cocok Buat Healing Bareng Bestie, Lelaki Dilarang Masuk!
Resep Bugis Mandi Jajanan Tradisional Sulawesi Selatan, Rasanya Manis Legit Gurih Menggugah Selera