Minggu, 19 Juli 2026

Di IKN, Jokowi Sebut Istana Negara Jakarta dan Bogor Bau Kolonial

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 20:09 WIB
Presiden Jokowi menyebut, istana negara di Jakarta dan Bogor bekas Belanda (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi menyebut, istana negara di Jakarta dan Bogor bekas Belanda (YouTube Sekretariat Presiden)

PORTALOKA.ID - Menjelang perayaan HUT ke 79 RI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahkan, pada Senin, 12 Agustus 2024, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat kabinet perdana di IKN.

Sehari kemudian, tepatnya Selasa, 13 Agustus 2023, Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia yang bertempat di IKN.

Mengawali pengarahan kepada para kepala daerah, Jokowi menceritakan pengalamannya tinggal di istana Jakarta dan Bogor.

Baca Juga: Ini Perkiraan Biaya Upacara Perayaan HUT ke-79 RI di IKN dari Sewa Mobil hingga Hotel

Menurut Jokowi, kedua istana tersebut merupakan bekas peninggalan Belanda.

""Jadi kalau istana kita yang ada di Jakarta, yang ada di Bogor, itu adalah istana bekas kolonial yang dulunya dihuni. Jadi di Istana Negara, itu dihuni oleh Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten," kata Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

"Kemudian Istana Merdeka, saya juga kaget, ternyata Istana Negara, Istana Merdeka (penghuninya) berbeda, dihuni oleh Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge," lanjutnya.

Kemudian, Jokowi menjelaskan bahwa istana yang ada di Bogor dahulunya pernah dihuni oleh Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem baron van Imhoff (G.W. Baron van Imhoff).

Baca Juga: Tamu Undangan Upacara HUT RI di IKN Dipangkas jadi 1.300 Orang, Jokowi Ungkap Alasannya

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi (bekas) Belanda, bekas Gubernur jenderal Belanda, dan sudah kita tempati 79 tahun," tuturnya.

Jokowi mengaku, bahwa setiap hari selalu mencium bau-bau kolonial.

"Bau-baunya kolonial, selalu saya rasakan setiap hari. Dibayang-bayangi (masa kolonial)," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan IKN untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan membangun ibu kota sesuai keinginan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X