Kehadiran tim pemerintah pusat itu ditujukan untuk mengawal penanganan sejak masa tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca Juga: DPR Sampaikan Duka Gempa NTT, Sufmi Dasco Ingatkan Keselamatan Warga jadi Prioritas
Pemerintah juga memperkuat koordinasi melalui jaringan posko terpadu agar bantuan dari berbagai daerah dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.
Posko nasional disiagakan untuk mengonsolidasikan pengiriman logistik dari Jakarta dan sejumlah daerah lain melalui Bandara Halim Perdanakusuma sebelum diteruskan ke lokasi bencana.
Sementara itu, posko operasional juga didirikan di Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat koordinasi langsung dengan pemerintah daerah.
Pratikno menekankan, koordinasi menjadi kunci agar sumber daya pemerintah yang dikerahkan dalam jumlah besar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pemerintah pusat full team hadir di sini. Kami mendengarkan paparan pimpinan daerah tentang dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat. Dan, kami masing-masing memaparkan apa yang akan dan sudah dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinkronisasi diperlukan agar seluruh kekuatan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat dapat bekerja dalam satu arah, mulai dari penyelamatan warga hingga tahap pemulihan.
“Sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting agar sumber daya besar pemerintah untuk tanggap darurat serta untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ini berjalan sinergis, efektif, dan tepat sasaran,” kata Pratikno.
Dalam masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan keselamatan warga sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Di saat yang sama, perbaikan infrastruktur vital terus dipercepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
“Dalam tahap tanggap darurat ini yang utama tentu saja adalah menyelamatkan dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, baik jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, jaringan internet, dan lain-lain,” pungkas Pratikno.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi para pejabat tersebut tidak hanya menjadi seremoni. Di tengah suasana duka dan perjuangan warga NTT untuk bangkit, perayaan kemerdekaan justru dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan dan kehadiran negara.***
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Bangun 1.386 Kampung Nelayan dan 30.000 KDKMP hingga Akhir 2026
Dapur MBG di Mojokerto Meledak Lalu Terbakar, Bangunan Ambruk Timpa Mobil
Segera Serbu! Ini Deretan Promo Spesial BRI di Momen HUT ke-81 RI, Dari Kuliner hingga Tiket Liburan
Jejak Kontroversi Biduan Koplo Clareesya yang Dikecam usai Beredar Foto 'Gaya Takbir' Pakai Rok Mini
Kepala BKN Ungkap Fakta soal 2 Ribuan Pegawai Mundur dari ASN pada 2026
Maba UNNES Alami Kecelakaan Usai Ikut Ospek Kampus, Begini Kronologinya
Kondisi Pantai di Labuan Bajo usai Gempa NTT, Warga Ungkap Air Laut Sempat Surut
Curhatan Peternak Ayam Petelur, Ungkap Ada Dapur MBG yang Ingin Beli Telur Hampir Expired Demi Harga Murah
Update Gempa NTT: 38 Orang Meninggal Dunia, 13 Orang Luka-luka dan Ribuan Jiwa Mengungsi
Pemerintah Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Berangkatkan untuk Warga Terdampak Bencana