“Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak,” jelasnya.
Roy juga membeberkan bahwa brankas tersebut ditutupi dengan almari di kamar lantai dua.
“Di lantai dua, di kamar. Jadi, itu ditutup kayak lemari, di belakang lemari posisinya,” ujar Roy.
Sementara itu, penggeledahan yang dilakukan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas, uang tunai 4,7 dolar Amerika Serikat, 14 juta dolar Singapura, dan Rp100 juta sehingga total diperkirakan mencapai Rp476 miliar pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kasus ini terkait dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik, korupsi PT Asabri, dan penyelesaian utang PT CBS kepada anak perusahaan Krakatau Steel.
Selain dugaan korupsi juga dugaan suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).***
Artikel Terkait
Klaten Makin Bersinar! Pony Park Resmi Dibuka, Mini Zoo Baru yang Suguhkan Pengalaman Interaksi dengan Satwa, Segini Harga Tiketnya
Buntut Dugaan Lonjakan Harta, AHY dan Ibas Kini Dilaporkan ke KPK: Angkanya Melambung 700 Persen?
Perkuat Ekosistem Syariah, BSI Makassar-Hidayatullah Sulsel Jajaki Sinergi
Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Ketua KBIHU Jabar Disemprot DPR: Cabut Istilah Itu!
Update Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta: Satpam dan Petugas Kebersihan jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasannya
Diundang Podcast Denny Sumargo, Keluarga Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Polisi di Bandara
Tari Rama Shinta dan Gamelan Sambut Prabowo dan PM Modi di Candi Prambanan