Senin, 15 Juni 2026

Event BTN Jakim 2026 jadi Sorotan, Disebut Minim Tim Medis Susah Ditemukan saat Sejumlah Pelari Pingsan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 15 Juni 2026 | 09:20 WIB
Sejumlah pelari BTN Jakim  2026 pingsan (Threads/rosamhrn - tarisymlm)
Sejumlah pelari BTN Jakim 2026 pingsan (Threads/rosamhrn - tarisymlm)

PORTALOKA.ID - Gelaran BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 hari kedua tengah menjadi sorotan.

Event lari yang digelar selama dua hari pada 13-14 Juni 2026 diselimuti duka dengan meninggalnya satu pelari asal Lombok, Agus Putranadi yang jatuh pingsan di KM 14.

Keberadaan tim medis dalam event BTN Jakim 2026 kini ramai jadi pembahasan di platform media sosial.

Sejumlah utas viral dari pengguna Threads menyebut bahwa salah satu kendala yang dihadapi peserta adalah kekurangan tim medis di lapangan.

Baca Juga: Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ngaku Temukan Alat Pelacak Tersembunyi Tertanam di Mobilnya Sepulang dari Aksi Gejayan

Bahkan, dokter yang sedang menjadi pelari pun harus turun tangan membantu peserta yang pingsan di tengah race.

Tim Medis Susah Ditemukan

Dalam utas yang diunggah oleh akun @tarisymlm menyebut bahwa bagian marshall di lokasi kesulitan untuk menghubungi dokter saat peserta membutuhkan bantuan medis.

“Udah setengah jam medis ditelepon sama marshall enggak diangkat dan enggak dateng-dateng. Dari masnya lemes, bangun lagi, lemes lagi, sampe enggak responsif,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Minggu, 14 Juni 2026.

“Tanya ke marshall lainnya medis mana, katanya ‘Enggak ada kak.’ Masa di kilometer kritis tapi medis susah banget ditemuin?” imbuhnya sambil menandai akun penyelenggara Jakim 2026.

Baca Juga: Rencana PGMM Usulkan Norma Baru di Revisi UU Sisdiknas, Buka Jalan PPPK dan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta

Pelari Berprofesi Dokter jadi Tim Medis Dadakan

Kemudian di utas lain milik @ameliasantoso, ia mengunggah foto dua orang pelari yang ikut membantu tim medis untuk menangani pelari lainnya.

“Tadi pas cheering di 1 KM terakhir ada kakak-kakak yang pingsan, kedua kakak ini bener-bener ngurusin sampai pasiennya dibawa ambulance. Padahal kalau nurutin ego mah bisa aja tetep lari karena udah mepet waktu CoT juga, tapi kedua kakak ini enggak dong, mereka milih ngurusin peserta yang pingsan,” tulisnya dalam unggahan, dikutip pada Senin, 15 Juni 2026.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X