Senin, 15 Juni 2026

Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan, 2 Tokoh Kritis era Jokowi Itu Hadiri Agenda Reshuffle Kabinet Prabowo

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 27 April 2026 | 21:10 WIB
Tokoh publik, Rocky Gerung hingga Syahganda Nainggolan hadiri agenda pelantikan pejabat baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.  (Dok. Sekretariat Presiden)
Tokoh publik, Rocky Gerung hingga Syahganda Nainggolan hadiri agenda pelantikan pejabat baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. (Dok. Sekretariat Presiden)

PORTALOKA.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 6 pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Salah satunya, yakni Jumhur Hidayat yang dipercaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH) menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang menempati jabatan baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Dalam momen pelantikan itu, Jumhur ditemani pihak keluarga dan sejumlah tokoh publik, di antaranya Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan.

Kedua tokoh yang dikenal kritis pada era Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) itu tampak berjabat tangan dengan Presiden Prabowo usai pelantikan Jumhur sebagai Menteri LH.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Petinggi Golkar Nilai Menteri-menteri yang Tak Produktif Wajib Diganti

Selepas acara, Rocky mengungkapkan alasannya menghadiri agenda reshuffle Kabinet Merah Putih tersebut.

"Iya sebagai wakil masyarakat sipil jadi diundang," ujar Rocky kepada awak media di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Rekam Jejak Jumhur Hidayat Disorot

Dalam kesempatan yang sama, Rocky menyoroti ihwal rekam jejak Jumhur Hidayat usai didapuk sebagai Menteri LH.

Rocky menilai, Jumhur yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu tidak lepas dari catatan buruk.

Baca Juga: MI Bojongsari Ciamis Sukses Pertahankan Tradisi Juara LKBB

Terlebih, Jumhur diketahui merupakan mantan narapidana (napi) yang pernah terjerat kasus penyebaran berita bohong alias hoaks.

"Untuk menyaksikan sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi," ungkap Rocky.

Kendati demikian, Rocky memastikan dirinya juga mengenal sosok Jumhur sebagai seorang intelektual.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X