PORTALOKA.ID - Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin bergahung menjadi pegawai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pemerintah resmi membuka rekrutmen pegawai KDKMP dan KNMP.
Pemerintah menegaskan bahwa proses rekrutmen tersebut akan dilakukan secara adil dan hanya akan menyaring sosok-sosok terbaik.
Dengan demikian, pemerintah menutup ruang bagi calon pelamar yang ingin masuk melalui koneksi pihak tertentu atau jalur tidak resmi lainnya.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bakal Ditempatkan di Koperasi Merah Putih, Kecuali 2 Pegawai Ini
"Jadi tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers, Rabu (15/4).
Ia juga menegaskan bahwa proses pendaftaran hanya dilakukan secara terpusat melalui phtc.panselnas.go.id tanpa dipungut biaya apa pun. Oleh karena itu, ia mengimbau calon pelamar untuk mewaspadai oknum yang memberikan iming-iming kelulusan dengan meminta imbalan tertentu.
"Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," imbuhnya.
Syarat Pelamar KDKMP dan KNMP
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah, melalui panitia seleksi nasional (panselnas), hanya akan meloloskan pelamar yang memenuhi syarat dan dinilai layak mengelola KDKMP dan KNMP.
Adapun syarat utama rekrutmen ini antara lain lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75, serta berusia maksimal 35 tahun.
Namun, Zulkifli juga mengatakan bahwa domisili pelamar akan menjadi salah satu faktor penentu apabila terdapat dua atau lebih pelamar dengan skor seleksi yang sama.
Ia mencontohkan, jika terdapat dua pelamar dari Lampung dan Jawa Timur dengan skor yang sama untuk penempatan di Jawa Timur, maka pelamar dari Jawa Timur kemungkinan besar akan lebih diprioritaskan.
Artikel Terkait
DPR Tolak Istilah ASN Bias di RUU Sisdiknas, Tekankan Satu Status PNS untuk Guru
Muncul Tudingan Guru Ambil Jatah MBG, SMAN 1 Ciemas Ogah Urus Lagi, Minta SPPG Distribuskan Sendiri ke Siswa
Kronologi Warung Nasi Goreng Terhantam Mobil di Garut Kota, Sopir Diduga Tancap Gas dengan Kecepatan Tinggi
Saat Bertemu Prabowo, Putin Nyatakan Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang dari Energi hingga Militer
Perjuangkan Kesejahteraan Guru Madrasah, PGMM Gelar Audiensi dengan Kemenag Jabar, Ini Poin Kesepakatan yang Dicapai
Sidang Dugaan Pelecehan oleh 16 Mahasiswa FH UI Berujung Ricuh, Pelaku Diminta Akui Perbuatan di Hadapan Korban
Ban Bus Primajasa Lepas di Tasikmalaya, Meluncur Lalu Hantam Kaca Bangunan Apotek hingga Pecah
Oknum Karyawan SPPG di Pasirkuda Cianjur Diduga Aniaya Konten Kreator yang Sempat Masuk ke Dapur untuk Tinjau Menu MBG
Debit Air Meningkat saat Hujan, Guru SD di Sulteng Ini Bagikan Momen Siswa Cepat-cepat Seberangi Sungai Sebelum Meluap saat Pulang Sekolah
Cerita Penerima Manfaat di Depok usai Ikut Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Promedia Group, Ngaku seperti Pertama Kali Huni 20 Tahun Lalu