“Masih bisa ke pinggir itu sebelum banjir lebih gedenya,” tulis akun @and*****i
“Udah lihat airnya begitu kenapa nggak segera lari ke pinggir?” tulis akun @_ma*********u
Kondisi tersebut lantas dijelaskan oleh akun yang sama, yakni untuk menunggu tim menyiapkan alat untuk evakuasi.
“Kenapa mereka masih stay di titik itu karena dari tim kami sudah berada di lokasi sembari menunggu evakuasi dan peralatan yang sedang diambil,” terangnya.
“Untuk waktu 10-15 menit masih bisa kami pastikan tidak ada tambahan debit air dan untuk peralatan tidak sampai menunggu waktu lama sudah sampai ke lokasi, jadi bisa dengan cepat kami lakukan evakuasi,” lanjutnya.
Air yang deras dan berwarna coklat juga berpengaruh pada keputusan untuk meminta wisatawan tersebut tetap berada di tempatnya.
“Yang terlihat memang seperti belum deras, tapi ketika melihat aslinya debit air sudah sangat besar dan kencang arusnya. Ini salah satu keputusan yang terbaik ketika terkena banjir karena kita tidak tau medan seperti apa,” paparnya.
“Jika tadi mereka memaksakan untuk berlari menjauh dari banjir, ada dua kemungkinan mereka jatuh dan hanyut. Ini akan mengakibatkan kesalahan fatal yang bisa mengakibatkan hilang nyawa,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Perjalanan ke Tanah Suci jadi Lebih Ringan
PGMM Siap Kepung Gedung DPR, Suarakan 2 Tuntutan Guru Madrasah Swasta, Salah Satunya soal PPPK
Usai Viral Pelajar SD di Sulteng Seberangi Sungai Demi Berangkat Sekolah, Kini Jembatan Dibangun
Ditegur Tak Digubris, Kepala Sekolah Tantang Kepala SPPG Makan Satu Ompreng MBG sampai Habis
Kebijakan WFH Bagi ASN Mulai Berlaku 10 April 2026, Kecuali Sektor-Sektor Ini
Pemerintah Mulai Terapkan Kebijakan WFH bagi ASN, Bagaimana dengan Kepala SPPG hingga Akuntan?
TNI AL Gandeng FKS Group Gelar Pelatihan Olahan Hasil Laut dan Kedelai untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat Pesisir
1,5 Tahun Kerja, Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Setara 10 Persen APBN
Satgas PKH Berhasil Amankan Rp11,42 Triliun dari Penertiban Perkebunan dan Tambang Ilegal
Dugaan Pungli Terhadap Guru PAI oleh Oknum Kemenag Bogor: Hasil Audit Intjen Temukan Rp342 Juta