Kesalahan yang Perlu Ditindak
Mahfud menilai, sejumlah kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa daerah itu perlu diusut secara tuntas.
Di sisi lain, Guru Besar Hukum Tata Negara itu menyayangkan terkait tidak adanya penjelasan terbuka dari berbagai pihak terkait.
"(Hal itu) mengenai penyebab maupun tindak lanjutnya," terang Mahfud.
"Kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak ada berita bahwa ada yang ditindak," tambahnya.
Perlu Hadirkan Manfaat Nyata
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menekankan program sebesar MBG seharusnya memiliki sistem pengawasan yang terukur.
"Tanpa itu, tujuan meningkatkan gizi justru bisa berbalik menimbulkan masalah baru di masyarakat," sebut Mahfud.
Kendati demikian, Mahfud mengingatkan dirinya mengutarakan kritik bukan berarti menolak program MBG.
"Yang pasti pemerintah perlu segera membenahi tata kelolanya, agar manfaatnya benar-benar nyata bagi rakyat," tandasnya.***
Artikel Terkait
Perbaikan Huniannya Rampung, Penerima Manfaat ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Apresiasi Promedia-Alduro: Ini Kerja Sama Positif
Pemerintah Jaga Pasokan Sembako Jelang Nyepi dan Idulfitri Cukup dan Harga Terkendali
Dedi Mulyadi Turun Tangan Tertibkan Penyapu Koin di Jalur Pantura Guna Kelancaran Arus Mudik Lebaran, Beri Kompensasi selama 12 Hari
BGN Suspend SPPG di Bogor Buntut Cuci Ayam di Masjid
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Ini Alasan Prabowo Pangkas Anggaran Tak Produktif
Prabowo Kritik Belanja Daerah Tak Produktif, Singgung Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 Miliar
1,6 Juta Guru ASND Terima Aneka Tunjangan di Awal 2026, Total Anggaran Capai Rp18 Triliun
Korda ICCN Lampung Ikut Residensi dan Pameran di Thailand, Perluas Eksposur Praktik Seni Visual Indonesia di Kancah Global
Khutbah Idul Fitri 1447 H Kemenag Berjudul 'Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan dan Keberkahan'