PORTALOKA.ID - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak melonjak tajam hingga sempat mendekati USD 120 per barel pada Senin (9/3).
Hal ini berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar USD 70 per barel. Ketika terjadi kenaikan harga minyak, ruang fiskal tertekan.
Meski demikian, riset Next Indonesia Center yang bertajuk 'Harga Minyak dan Batas Ketahanan APBN' memperkirakan bahwa APBN masih dapat terjaga.
Pengalaman Tahun 2022
Setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel akan menambah belanja negara sebesar Rp 10,3 triliun. Di sisi lain juga menambah penerimaan negara dari perpajakan dan PBNP migas sebesar Rp 3,5 triliun. Dengan demikian, setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel diperhitungkan akan memperlebar defisit anggaran sekitar Rp 6,8 triliun.
Belajar dari konflik Rusia-Ukraina pada 2022 lalu, harga minyak sempat menyentuh USD 119 per barel di minggu kedua perang. Saat itu butuh waktu enam bulan bagi harga minyak untuk kembali ke level sebelum perang.
Rata-rata harga minyak dunia selama enam bulan peperangan (Februari-Agustus 2022) USD 104,4 per barel atau naik 21,66 persen dibanding level sebelum perang.
Berkaca pada hal tersebut, Next Indonesia Center mengasumsikan rata-rata harga minyak dalam enam bulan ke depan naik 21,66 persen atau sekitar USD 85,2 per barel.
Dengan rata-rata ICP sebesar itu dan rata-rata harga sebelum perang AS-Israel dengan Iran sebesar USD 62,1 per barel, defisit APBN diperkirakan bertambah Rp 51,5 triliun.
Baca Juga: Seskab Teddy Minta Dukungan Ortu demi Bantu Batasi Akses Medsos ke Anak di Bawah 16 Tahun
Defisit APBN yang sebelumnya diperhitungkan sebesar Rp 689,2 triliun atau 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), bakal meningkat menjadi Rp 740,7 triliun atau 2,88 persen PDB. Masih di bawah batas maksimal defisit sebesar 3 persen PDB sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Dengan pengandaian tidak ada perubahan pada faktor-faktor lain (ceteris paribus), Next Indonesia Center memperkirakan bahwa ruang fiskal APBN masih aman dan defisit di bawah 3 persen PDB bila harga kenaikan rata-rata minyak dalam enam bulan tak lebih dari 35 persen," kata Direktur Eksekutif Next Indonesia Center, Christiantoko, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Jaga Ketahanan Anggaran
Artikel Terkait
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
NU Panawangan dan KDMP Cinyasag Sepakat Islah, Satu Lahan Dua Bangunan, Dinas Bina Marga dan PR Jawa Barat Segera Keluarkan Izin
32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia
Buntut Dua Hari Berturut-turut Ditemukan Belatung di Menu MBG, Operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Dihentikan Sementara
Penerima PKH Dirancang Naik Kelas Lewat Keanggotaan di Kopdes Merah Putih
Abu Janda Kena Skakmat Feri Amsari saat Debat soal Palestina, Aktivis pro-Israel Itu Terpancing Emosi Lalu Diusir
Terbaru! Daftar 10 Tol Fungsional Selama Mudik Lebaran 2026
Siap Dilalui Pemudik, Pemerintah Pastikan Kemantapan Jalan Nasional Capai 93,5 Persen
Kabar Gembira, 2.241 Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 di Sulawesi Selatan Segera Dapat TPG
3 Penyebab Keterlambatan Pencairan TPG Guru Madrasah, DPR Desak Kemenag Segera Cairkan Tunjangan Profesi Guru: Berpotensi Picu Gejolak Sosial