PORTALOKA,ID - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan akan terus menjalin komunikasi dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di seluruh kota di Iran menyusul serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyasar negara tersebut.
Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan Roy Soemirat mengatakan, komunikasi dua arah tersebut penting agar KBRI dapat memberikan layanan bantuan dan perlindungan yang tepat sesuai kebutuhan WNI di Iran.
"Konsentrasi KBRI Teheran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran, di seluruh kota," ujar Roy dalam keterangannya, dikutip Minggu, 1 Maret 2026.
Hingga Sabtu siang waktu setempat, tercatat 329 WNI telah melaporkan diri dan terdata secara resmi di KBRI Teheran.
Baca Juga: 47 SPPG Disuspend pada Minggu Pertama Ramadhan, BGN Ungkap Alasannya
KBRI juga telah menghubungi simpul-simpul WNI di berbagai kota, dan sejauh ini mereka menyatakan tidak mengalami ancaman langsung.
Meski demikian, Roy mengimbau para WNI tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan diri serta keluarga masing-masing.
Kemudian, KBRI Teheran juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jakarta terkait perkembangan situasi keamanan.
"Update-update selanjutnya akan diberikan secara berkala melalui Kementerian Luar Negeri, khususnya melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri," tutup dia.
Sebelumnya, KBRI Teheran telah menerbitkan surat imbauan kepada WNI terkait perkembangan kondisi keamanan di Iran.
Dalam surat tersebut, WNI diminta aktif memberikan pembaruan informasi situasi keamanan di wilayah masing-masing melalui grup koordinasi.
Selain itu, WNI juga diimbau untuk mematuhi peraturan dan arahan dari otoritas keamanan setempat.
Sebagai informasi, WNI di Iran dapat menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran di nomor +98 902 466 8889 bila berada dalam situasi darurat.***
Artikel Terkait
Networking Iftar Bulan Ramadan: ISI Perkuat Sinergi dengan Media dan Bedah Strategi 'Autonomi Strategis' Indonesia di Tengah Polarisasi Global
Kemenag Ungkap Alasan TPG Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 Periode Januari-Februari Belum Cair
Buka Puasa di Rumah Warga, Bupati Ciamis Salurkan Bantuan Rutilahu di Cisaga dari Dana CSR Bank BJB
Fakta Baru Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi Ungkap Rencana Pelaku
Gaji Guru Madrasah Swasta Rp100 Ribu, DPR Minta Kemenag Segera Duduk Bersama 5 Kementerian Ini untuk Realisasikan Pengangkatan PPPK
Kembangkan Ekosistem Ekraf Bogor, REKA Bogor dan Wali Kota Komitmen Perkuat Langkah Menuju Kota Kreatif UNESCO
PPPK Paruh Waktu Jawa Barat Dapat THR, Pemprov Sudah Siapkan Anggaran, Intip Besarannya
Sebelum Viral di Medsos, Guru Honorer NTT Ternyata Sudah Terima Penetapan Tunjangan Profesi Rp2 Juta per Bulan