Kamis, 4 Juni 2026

Viral Antrean Panjang Warga Sumenep demi Menanti Tarawih Sejak Siang Hari, Amplop Rp300 Ribu Disebut Jadi Penyemangat

Photo Author
- Minggu, 22 Februari 2026 | 13:59 WIB
ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026.  (Instagram.com/@undercover.id)
ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026. (Instagram.com/@undercover.id)

PORTALOKA.ID - Beredar video di media sosial (medsos) yang menyebutkan tradisi unik para warga di Sumenep, Jawa Timur dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Minggu, 22 Februari 2026, disebutkan, ribuan warga mengantre panjang demi membooking atau memastikan ketersediaan tempat di area masjid, sejak siang hari.

Hal itu, agar warga bisa melaksanakan ibadah tarawih Ramadan di tahun 2026 ini.

"Ribuan warga Sumenep booking tempat tarawih sejak jam 2 siang," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Baca Juga: 15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4, Kemenag: Untuk Ukur Capaian Pembelajaran Peserta

Diketahui, antrean panjang tersebut terjadi di sekitar Musala Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota, Sumenep.

Terlihat dalam video yang beredar, ruas jalan di depan masjid tampak dipenuhi warga yang hendak mengikuti salat tarawih malam pertama Ramadan.

Kepadatan jemaah bahkan meluber hingga ke badan jalan di wilayah setempat.

Usut punya usut, antusiasme warga itu bukan hanya karena momen tarawih perdana, tetapi juga berkaitan dengan pembagian zakat mal kepada jemaah berupa uang tunai Rp300 ribu per orang.

Baca Juga: Kemenag Buka Suara soal Kebijakan Zakat untuk MBG, Begini Faktanya

Berdasarkan informasi di lapangan, pembagian amplop Rp300 ribu itu telah secara rutin dilakukan setiap Ramadan, hingga sudah dianggap menjadi tradisi tahunan.

Zakat Mal dari Said Abdullah

Zakat mal yang dibagikan untuk warga Sumenep tersebut diketahui berasal dari politisi senior PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, yang kembali menyalurkannya kepada ribuan jemaah pada Ramadan 1447 Hijriah.

Zakat mal itu dibagikan dalam bentuk uang tunai Rp 300 ribu yang dikemas dalam amplop putih polos tanpa logo maupun gambar.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X