Dia berani menanam berbagai jenis tanaman agar bisa terserap dapur MBG.
Tanaman yang menjadi andalannya adalah daun bawang, terung, dan mentimun. Khusus mentimun, dia punya pengalaman menarik.
Mikael bercerita, sebelum ada MBG, mentimun jenis baru yang dia tanam hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram, paling baik Rp 1.500 per kilogram.
“Kalau di pasar umum, beberapa bulan lalu, besar-besar begini saya punya, hanya (dihargai) seribu,” kenang Mikael.
Kini, harga mentimunnya bahkan naik hingga 10 kali lipat. Dapur MBG mau menyerap semua hasil tanamannya. “Jadinya per kilogram Rp 10 ribu (bahkan) Rp 12 ribu,” kata dia.***
Artikel Terkait
Ciamis Siap Jadi Sentra Kacang Tanah Nasional, Program Terintegrasi Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian
3 Hasil Kunjungan Kerja Prabowo ke Amerika Serikat, Salah Satunya Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Komandan Perdamaian Dunia
DPR Minta Kemenag Angkat Guru Madrasah Swasta jadi PPPK Tahun Ini
Soal Iuran Board of Peace, Begini Kata Menlu Sugiono
DPR Ingatkan Kemenag Siapkan Data Valid untuk Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta: Jangan jadi Utang!
Kronologi Dugaan Penganiayaan NS, Bocah 12 Tahun oleh Ibu Tirinya di Sukabumi, Hasil Autopsi Ungkap Kondisi Korban
Ayah NS Ceritakan Momen saat Beri Uang Rp50 Ribu Sebelum Kembali ke Pondok, Ungkap Cita-cita sang Anak yang Ingin jadi Kiai
Hilal TPG Guru Madrasah Sudah Tampak, Kemenag Instruksikan Percepatan Pencairan, Lulusan PPG 2025 juga Cair
15 Madrasah Aliyah Unggulan di Indonesia, Punya Prestasi di Bidang Sains hingga Riset, Rekomendasi SPMB 2026
Pakar Sebut Perjanjian Tarif RI-AS Bakal Buka Lapangan Kerja di Indonesia, Kok Bisa?