PORTALOKA.ID - Guru madrasah swasta akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.
Aksi yang diinisiasi oleh Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) ini diprediksi akan diikuti oleh ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah.
Peserta aksi yang tergabung dalam Aksi Guru Madrasah Swasta Bersatu ini akan menuju gedung DPR RI Jakarta untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.
Aksi guru madrasah swasta ini dijadwalkan akan berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.
Baca Juga: Inilah Perbandingan Gaji Guru di ASEAN, Indonesia jadi yang Terendah
Dari informasi yang dihimpun Portaloka, ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan oleh para guru madrasah swasta.
Para guru meminta kepada DPR RI mendorong pemerintah agar tidak mendikriminasi guru madrasah swasta dalam berbagai hal.
Kemudian, para guru meminta kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto agar mengikutsertakan guru madrasah swasta dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan ditempatkan di madrasah negeri maupun swasta.
Guru madrasah swasta juga meminta kepada Presiden Prabowo san Menteri Agama Nasaruddin Umar agar tunjangan sertifikasi dan lainnya dibayarkan tanggal satu setiap bulannya, seperti sistem penggajian.
Baca Juga: PGMM Usulkan Skema untuk Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta, 2 Kategori Ini Harus jadi Prioritas
Terakhir, Aksi Guru Madrasah Swasta Bersatu menuntuk agar segera diterbitkan Instruksi presiden (INPRES) tentang penyelenggaraan pendidikan madrasah swasta serta peningkatan status dan kesejahteraan guru madrasah swasta.
PGM Imbau Guru Madrasah Lakukan Aksi di Daerah
Ketua Kordinator Lapangan PGM Hasbulloh mengimbau agar guru madrasah yang tidak ikut demo ke Jakarta, menggelar aksi serupa di daerah masing-masing.
"Bagi teman-teman guru madrasah swasta di bawah Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Daerah di luar Jawa, apabila tidak bisa hadir di Jakarta, kami mohon untuk menyelenggarakan aksi damai yang sama dan tuntutan yang sama di daerah masing-masing," kata Hasbulloh dalam keterangannya, dikutip Portaloka, Selasa, 10 Februari 2026.
Artikel Terkait
Hadiri Panen Raya, Bupati Herdiat Canangkan Ciamis sebagai Kabupaten Organik pada 2026
Hadiri Seminar di Jatim, Sekjen Kemenag Kembali Tegaskan Pentingnya Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah
Serial Kanjeng Sunan - Bagian 10: Api di Cimaung, Ketika Doa Dibakar Amarah
Jalan ke Sekolah Tergenang Banjir hingga Jembatan Gantung Lapuk, Pelajar Ini Ngadu ke Presiden
Gerindra Ciamis Mulai Bangun Kantor Permanen, Momentum HUT ke-18 Jadi Penanda Konsolidasi
Ngembang di Gunung Jaha: Doa-Doa yang Bangkit dari Sunyi Galuh
Setelah 24 Hari Pencarian, Pendaki Bukit Mongkrang Tawangmangu Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim Relawan Gabungan