Nayla, warga Padangsidimpuan, dan Artika Naysla Limbung dari Batu Hula, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya menyambut malam tahun baru di pengungsian.
“Senang. Senang banget. Senang sekali,” ujar mereka serempak saat ditanya perasaan bisa tahun baruan bersama Prabowo.
Menurut Nayla dan Artika, bantuan negara sudah dirasakan sejak awal bencana.
“Mulai dari posko. Ada posko makanan, posko kesehatan, dan bantuan-bantuan lainnya. Dari semenjak awal kejadian bencana, sudah datang bantuan-bantuan dari negara,” kata mereka.
Baca Juga: Gudang Kain Perca di Trucuk Klaten Terbakar, 1 Warga Terluka, Saksi Lihat Api dari Bawah Pohon
Meski masih di pengungsian, keduanya menyimpan harapan besar untuk masa depan.
“Bangun sekolah aja sih, buat pendidikan. Sekolahnya biar cepat, soalnya banyak yang hancur,” ucap mereka, mewakili suara anak muda terdampak bencana.
Hal serupa disampaikan Jaraimi Simamora, warga Batu Hula, yang malam itu turut berada di posko utama.
“Saya sangat senang sekali. Orang nomor satu hadir di desa kami, Batu Hula,” ujarnya.
Baca Juga: TMT 1 Januari 2026, Kapan Gaji PPPK Paruh Waktu akan Cair? Simak Penjelasan Tentang SK, TMT dan SPMT
Ia juga merasa bangga bisa menyambut tahun baru bersama Prabowo.
“Bangga sekali. Sangat bangga.”
Jaraimi berharap perhatian negara terus berlanjut hingga masa pemulihan benar-benar selesai.
“Mudah-mudahan pengungsi dibantulah sampai mereka punya rumah sendiri. Dan kebutuhan sehari-harinya juga,” katanya.
Artikel Terkait
Masih Ada Warganya yang Terisolir, Bener Meriah Aceh Perpanjang Masa Darurat hingga Distribusi Bantuan yang Belum Merata
Ancaman Penyakit Kulit Pascabanjir Intai Warga Tamiang Hulu Aceh, Bertahan dengan Air Sisa Banjir untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh, 12 Lainnya Dipercepat
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
Akses Darat Putus, Warga Desa Burlah Aceh Tengah Masih Gantungkan Harapan Hidup Sehari-hari pada Tali Sling