PORTALOKA.ID - Malam pergantian tahun di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, berlangsung sederhana namun penuh makna.
Ratusan warga terdampak bencana berkumpul di tenda pengungsian, menanti pergantian tahun bersama Presiden Prabowo Subianto melalui acara nonton film bersama.
Bagi para pengungsi, momen ini menjadi jeda sejenak dari rasa lelah dan cemas pascabencana. Anak-anak duduk paling depan, sementara para orang tua di barisan belakang.
Siska, warga di Perkebunan Batang Toru, PTPN IV Regional I, mengaku terharu dengan kehadiran Prabowo di wilayah terdampak.
Baca Juga: Suara dari Tapanuli Selatan: Warga Rasakan Kehadiran Negara Pascabencana
“Yang pertama saya sangat terharu, karena Bapak Prabowo bisa datang ke Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membenahi desa yang terkena musibah,” ujar Siska.
“Semoga dengan kedatangan Bapak Prabowo bisa menjadikan desa ini terbangun kembali dan menjadi desa yang makmur dan aman sejahtera.”
Namun di balik rasa haru, trauma pascabencana masih membayangi.
“Tantangannya, saya takut akan adanya trauma, akan adanya banjir bandang tersebut."
Baca Juga: Bagaimana Nasib Honorer yang Tidak Masuk PPPK Paruh Waktu? BKN Sebut Ada 2 Pilihan
"Saya pun was-was karena keluarga berada di sini semua,” ungkap Siska.
Meski demikian, ia menilai kehadiran pemerintah terasa di desanya.
“Cukup membaik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan, salah satunya Bapak Presiden Prabowo telah menyalurkan dana kepada desa-desa yang terkena musibah.”
Antusiasme juga datang dari kalangan anak-anak dan remaja pengungsi.
Artikel Terkait
Masih Ada Warganya yang Terisolir, Bener Meriah Aceh Perpanjang Masa Darurat hingga Distribusi Bantuan yang Belum Merata
Ancaman Penyakit Kulit Pascabanjir Intai Warga Tamiang Hulu Aceh, Bertahan dengan Air Sisa Banjir untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan di Aceh, 12 Lainnya Dipercepat
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
Akses Darat Putus, Warga Desa Burlah Aceh Tengah Masih Gantungkan Harapan Hidup Sehari-hari pada Tali Sling