Sabtu, 18 Juli 2026

Penjelasan BMKG usai Prediksi Hujan Lebat Kembali Melanda Sumatera Utara, dari Nias hingga Medan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 9 Desember 2025 | 18:15 WIB
Menyoroti potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan kembali melanda Sumatera Utara (Sumut) usai bencana banjir bandang. (Dok. BNPB)
Menyoroti potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan kembali melanda Sumatera Utara (Sumut) usai bencana banjir bandang. (Dok. BNPB)

PORTALOKA.ID - Bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada akhir November 2025, menyebabkan 18 kabupaten terdampak.

Berdasarkan data terkini yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Selasa, 9 Desember 2025, tragedi di wilayah Sumut ini menyebabkan 338 jiwa yang kini dilaporkan meninggal dunia.

"Jumlah pengungsi berdasarkan kabupaten atau kota, Tapanuli Tengah sebanyak 18,3 ribu, Langkat sebanyak 11,1 ribu, hingga Humbang Hasundutan sebanyak 2,2 ribu," tulis BNPB.

Berkaca dari hal itu, sebagian publik kini mencemaskan tentang adanya potensi hujan lebat yang diprediksi akan kembali mengguyur wilayah Sumut.

Baca Juga: 130 Tahun Melayani, BRI Hadirkan Layanan hinggaPelosok Negeri Melalui 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink

Hal tersebut disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang mengungkapkan adanya bibit siklon tropis 91S yang menyebabkan potensi curah hujan tinggi di Sumut dalam sepekan ke depan.

Lantas, bagaimana sebenarnya awal terbentuknya siklon di wilayah Sumut itu di tengah penanganan bencana banjir bandang yang hingga kini masih berlangsung? Berikut ulasan selengkapnya.

Awal Mula Terbentuk

Dalam cuplikan video laporan terkini di kanal YouTube @IndoBMKGIndonesia, pada Selasa, 9 Desember 2025, BMKG menuturkan awal terbentuknya bibit siklon tropis 91S.

Baca Juga: Bibit Siklon 93W dan 91S Muncul Bersamaan, BMKG Soroti Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Sumut hingga Lampung

"Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta," tulis BMKG.

"Saat ini kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa," tambahnya.

Dalam 24 jam ke depan, BMKG memastikan bibit siklon tersebut akan berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.

Sebelumnya, BBMKG Wilayah I mengungkapkan adanya identifikasi bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X