"Namun longsor [susulan] terus terjadi karena hujan,” jelasnya.
Bencana alam banjir dan longsor menyebabkan 8 warga meninggal dunia dan puluhan rumah rusak.
Upaya evakuasi telah dilakukan berbagai pihak hingga Selasa siang.
Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan Satpol PP juga telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak.
Sebelumnya, pada 18 November 2025, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 300.2.8/9333/SJ tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.
Baca Juga: Begini Respons Gus Yahya soal Pemecatan Dirinya sebagai Ketua Umum PBNU
Menindaklanjuti SE tersebut, Kemendagri bergerak cepat mengonsolidasikan unsur BPBD, Satpol PP, serta Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan di seluruh daerah.
Konsolidasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah yang berlangsung secara virtual pada Jumat, 21 November 2025.
Forum ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Satpol PP, serta Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia. ***
Artikel Terkait
Update Pencarian Korban Tanah Longsor di Majenang Cilacap: 2 Korban Baru Ditemukan, 18 Orang Masih Hilang
Update Longsor Cilacap: Opsar Hari Ketiga, Tim SAR Temukan 8 Jenazah
Operasi Pencarian Korban Longsor Majenang Hari Keenam, 2 Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Tewas Jadi 18
Ratusan Siswa SD Muhamadiyah Tonggalan Klaten Laksanakan Salat Ghaib untuk Korban Tanah Longsor di Cilacap dan Banjarnegara
Cuaca Ekstrem, 4 Kabupaten di Sumatera Utara Dilanda Bencana Banjir dan Longsor, 8 Orang Meninggal Dunia