Selasa, 2 Juni 2026

Roy Suryo Bocorkan Isi Buku Gibran's Black Paper, dari Akun Kontroversial Fufufafa hingga Isu Ijazah SMA

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 23 November 2025 | 06:46 WIB
Roy Suryo beri bocoran isi buku Gibran'a Black Paper (Instagram @gibran_rakabuming - YouTube Forum Keadilan TV)
Roy Suryo beri bocoran isi buku Gibran'a Black Paper (Instagram @gibran_rakabuming - YouTube Forum Keadilan TV)

Baca Juga: Ratusan Siswa SD Muhamadiyah Tonggalan Klaten Laksanakan Salat Ghaib untuk Korban Tanah Longsor di Cilacap dan Banjarnegara

Mengenai isu di sekitar Gibran dalam buku tersebut, Roy Suryo mengatakan tak khawatir jika kembali dipermasalahkan dalam hukum.

“Kalau dia (Gibran) melakukan itu (laporan hukum), ya bagus lah justru rakyat yang menilai,” ujar Roy Suryo.

“Silakan dilaporkan kalau memang ada indikasi apa yang saya sampaikan itu kebohongan, tidak sesuai fakta. Semua fakta, bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Buku Gibran Sempat Dipamerkan Rismon Sianipar di Polda Metro Jaya

Baca Juga: Resep Tumis Tempe Pedas yang Enak untuk Makan Siang Bersama Keluarga, Bikinnya Cepat dan Anti Ribet, Bikin Yuk

Saat hadir dalam pemeriksaan tersangka di Polda Metro Jaya pada 13 November 2025 lalu, draft buku Gibran’s Black Paper sudah pernah ditunjukkan kepada publik oleh Rismon Sianipar.

Dalam kesempatan itu, draft buku yang ditunjukkan oleh Rismon disebut akan dibagikan secara gratis bagi masyarakat.

“Penetapan tersangka ini bertepatan dengan gerilya kami dalam membongkar, kami berencana ada draft kasanya, bukunya nanti Gibran End Game atau Gibran Black Paper, terserah. Tapi yang pasti Wapres tak lulus SMA,” terang Rismon kala itu.

Rismon menambahkan bahwa dirinya mendapat data dari Ditjen Paud Dikdasmen dan temuan faktual dari Roy Suryo.

Baca Juga: Roy Suryo Sebut Penetapan Tersangka Dirinya sebagai Bentuk Kriminalisasi Peneliti Dokumen Publik

“Ini digandakan secara gratis, worst case scenario siapa tahu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya bagikan secara gratis cuma-cuma untuk seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Saat itu, Rismon mengatakan bahwa Wapres Gibran tidak pernah lulus SMA, baik dari sekolah di dalam maupun luar negeri.

“Tidak pernah punya ijazah SMA, dalam maupun luar negeri. Apa yang dia tempuh adalah menurut Ditjen Dikdasmen, sekolah di Orchid Park Secondary School sampai kelas 10 atau kelas 1 SMA, lanjut diploma di UTS Insearch Sydney,” ucap Rismon.

“Bayangkan kelas 1 SMA plus Diploma yang seharusnya pendidikan tinggi awal, D1, itu disetarakan dengan SMK bidang akuntansi dan keuangan. Artinya itu ekuivalensi yang sangat fatal,” jelasnya.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X