Minggu, 19 Juli 2026

Kronologi Kasus 352 Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat hingga Berujung KLB, Dedi Mulyadi Janji Evaluasi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 23 September 2025 | 19:22 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bakal evaluasi program MBG bersama BGN (Jabarprov.go.id)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bakal evaluasi program MBG bersama BGN (Jabarprov.go.id)

Baca Juga: Soal Isu 5.000 SPPG Fiktif, Begini Tanggapan Badan Gizi Nasional

"(Hal ini) secara terbuka agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana awal mula atau kronologi kejadian nahas yang menimpa ratusan siswa di KBB imbas menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Lonjakan Korban dalam Hitungan Jam

Peristiwa bermula pada Senin, 22 September 2025, ketika 15 siswa dilaporkan sakit setelah menyantap menu MBG.

Hanya dalam beberapa jam, jumlahnya meningkat tajam. Malam harinya, diketahui total korban mencapai 352 orang dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, MTs, SMP hingga SMK.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut hingga Selasa dini hari korban terus berdatangan.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” ujar Hendra di Bandung, pada Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga: 5 Fakta Siswa di Dua SMP Kulon Progo Yogyakarta Diduga Keracunan MBG, Pemasok dari Seworan hingga Dinkes Turun Tangan

Status Kejadian Luar Biasa

Dalam kesempatan berbeda, Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail langsung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demi mempercepat penanganan.

Posko darurat dibuka di GOR Cipongkor, sementara puluhan siswa lainnya dirawat di Puskesmas, RSUD Cililin, hingga RSIA Anugrah.

“Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh,” kata Jeje kepada awak media di Cipongkor, KBB, pada Senin, 22 September 2025.

Jeje menambahkan, gejala yang dialami siswa seragam: mual, muntah, dan pusing. Hingga Selasa pagi, total korban bahkan meningkat menjadi 364 siswa.

Meski begitu, sebagian besar berangsur pulih. “Tadi ada sekitar 225 yang sudah dipulangkan. Jadi semoga semuanya bisa cepat pulih,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X